Wednesday, November 28, 2012

7 Galau yang dialami Mahasiswa Semester 7


“Sebuah akhir tak lebih dari sebuah awal untuk hal yang baru” entah dari mana saya dapatkan kutipan tersebut, namun saya cenderung mempercayainya. Bagi sebagian besar mahasiswa S1, semester 7 merupakan sebuah keset yang selalu ditempatkan sebelum kita memasuki dunia baru dibalik sebuah pintu. Sebelum membuka pintu tersebut, mungkin kita akan mencoba berdiri di atas keset dan menggesekan alas kaki lebih lama agar pijakan pertama bersih ketika menginjak dunia baru. Tak jarang, kita merenung cukup lama sebelum membuka pintu. Terkadang kita takut akan apa yang ada di balik pintu bangunan yang belum pernah kita masuki sebelumnya.

Naaah, bilang aja rasa takut itu adalah galau. Kalau menurut saya sih seenggaknya ada 7 galau yang dialami mahasiswa semester 7.

Wednesday, September 19, 2012

A Villager and a Citizen

By: Ihsan Nur Iman Faris

Long, long ago
In a foothills of a still active volcano
Far away from the nearest city
There was a couple of farmer
Having a small field cultivated by many plantations
Living in a tiny house
Being happy with their life at that moment

Sunday, September 9, 2012

6 Semester dalam 915 Kata



Bagi sebagian orang angka 7 sering disebut sebagai angka keberuntungan. Namun, bagi saya angka tersebut adalah sebuah pengingat bahwa saya sudah 3 tahun lamanya menjadi mahasiswa sebuah Universitas berlokasi di dataran berhawa dingin. Semester 7. Saya sudah semakin tua. Tak peduli orang beranggapan saya masih belum dewasa atau pun semakin dewasa, saya sudah tua, dan kehidupan dimana semuanya akan cenderung berorientasi pada materi dan financial problem pun sudah semakin dekat.

Tuesday, August 7, 2012

The Islands Separated by a Bridge

By: Ihsan Nur Iman Faris
Once upon a time there was an island, a deserted island
Out of nowhere, there were a man and woman came to that island
At their first sight, there was nothing
But as their sight met often
They fell in love to each other

Trees, flowers, soils, mammals, insects, lives…
They’re flourishingly-grown
As love of the couple watered the deserted land

Monday, July 23, 2012

Kita Tunggu Sampai Besok

[sumber]
Sebelumnya saya ingin menyatakan kalau apa yang saya tulis disini sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskreditkan profesi apa pun, terlebih apa yang ditulis bersumber dari asumsi yang didasarkan pada pengalaman pribadi tanpa bukti statistik dan tanpa mengetahui sistem dunia medis sebenarnya secara jelas. Beberapa kejadian yang diceritakan disini hanya terjadi atas nama oknum, dan saya yakin tidak terjadi secara umum.

Saturday, July 21, 2012

Grow

Holy month Ramadhan, what is it for? Maybe most people will say that it is for increasing our piety to Allah SWT, to get forgiveness and grace, to understand poor people’s feeling when they are starving, or to fulfill our obligation as Moslem. I agree, absolutely agree, but personally I may add a point based on my experiences in some Ramadhan; it is to teach me how to grow up.

Ramadhan never ceases teaching me how to grow up.

Wednesday, July 18, 2012

KKN Hari ke-13; Kamar Bilik

Hari ke-tiga belas KKN. Tidak ada hal menarik untuk diceritakan. Ketika tujuh anggota tim pergi mengajar, saya pulang.

Perjalanan Pagaden-Geger Kalong hanya memakan waktu +/- satu jam tiga puluh menit dengan kecepatan 70-80 km/jam. Tidak terlalu lama ternyata.
 
Sesampainya di sebuah kotak bilik bambu yang sudah sangat jarang ditemukan diantara tebalnya dinding pemisah antar-individu kota, seonggok tubuh sekejap terbaring menatap langit-langit dimana butiran debu masih bisa tembus, beristirahat.

KKN Hari ke-12: Wanita Tua Kesepian

Bangun di pagi hari sepertinya bukan sebuah fenomena lagi bagi tim KKN desa Sukamulya. Hal tersebut sepertinya disebabkan oleh jadwal kegiatan yang sebagian besar dimulai pagi hari. Setidaknya ada dua kegiatan yang dimulai pada waktu yang bersamaan di pagi hari itu, belajar komputer bersama para staf pemerintah desa Sukamulya dan mengajar di PAUD Dahlia yang berlokasi di Julang, tidak jauh dari posko KKN. Kedua kegiatan tersebut memiliki skala prioritas yang sama, oleh karena itu dengan terpaksa tim pun harus dibagi dua untuk memenuhi kewajiban melaksanakan program-program tersebut.

Saya dan Ahmad memilih pergi untuk program belajar komputer bersama staf desa Sukamulya. Untuk menjalankan program ini kami mau tidak mau harus membawa laptop sendiri diakrenakan komputer inventaris desa sedang dalam perbaikan. Mungkin anda bertanya-tanya “lantas bagaimana desa mencetak surat-surat birokrasi?” Microsoft word classic (re: mesin tik) dan menyewa jasa tukang photocopy adalah jawaban yang kami dengar dari salah satu staf. Ketika program dijalankan, hanya tiga dari tujuh orang staf yang bersedia untuk belajar komputer bersama, sisanya terlihat memiliki antusiasme yang dikalahkan rasa takut melakukan kesalahan. Tidak banyak materi yang di-share selama dua jam belajar words dan bermain Zuma Deluxe.

Monday, July 16, 2012

KKN Hari ke-11; Liburan Total

Empat orang pria adalah mereka yang tersisa saat minggu pagi hari ke-sebelas KKN berlangsung di desa Sukamulya. Saya pribadi tidak ingin hari ini menjadi another day off, dan memang tidak demikian karena hari tersebut bisa dibilang hari rekreasi total bagi kami.

Singkat cerita hari itu empat orang pria + satu orang pemuda desa pergi ke Waterboom kecamatan Sukamulya, Nagrog kampung wisata, dan pantai Kalapa Patimban. Sebenarnya Iwana, Roy, dan Ina dari KKN IPB juga diundang untuk turut serta, sayangnya mereka tidak bisa bergabung karena harus mengerjakan laporan yang akan diperiksa sewaktu-waktu tim SIDAK KKN IPB datang.


Sunday, July 15, 2012

KKN Hari ke-10; Nganggur Total

Pagi hari kami bangun sama pagi seperti biasanya, ketika sang surya sudah menampakan wajahnya. Ada lima anggota tim KKN desa Sukamulya yang tersisa pada hari itu. Sisanya memliki kesibukan lain sama seperti semua umat manusia di dunia ini. Hari itu saya memutuskan untuk menjaga rumah ketika empat anggota tim lainnya pergi ke Julang untuk memastikan PAUD yang anak-anaknya akan menjadi murid kami Senin nanti.

14 Juli 2012, saya bertugas menjaga rumah. Hanya berdiam diri tak banyak melakukan kegiatan, merasa bosan. Harapan untuk keluar dari boredom ini adalah jadwal berkunjung dan berdiskusi dengan para pengrajin kriya di dusun Nagrog. Sore hari kami ternyata tetap menatapi langit-langit rumah mak Eras sambil menganga karena kunjungan ke Nagrog ditunda sampai Minggu besok. Akhirnya kami memutuskan untuk membunuh kebosanan dengan pergi ke municipal Subang untuk membeli mie ayam yang sebenarnya tidak terlalu kami inginkan. Sekian.
 

Hari ke-sepuluh KKN mungkin adalah hari KKN yang paling membosankan sejauh ini.

Pelarian Hanyalah Mitos

Move on, kata-kata itu mungkin sudah tak aneh kita dengar di era remaja galau saat ini. Biasanya kata move on banyak bergema ketika seseorang putus hubungan, sebuah kata yang menggambarkan usaha melupakan kekasih terdahulu. Ada berbagai cara untuk move on, diantaranya adalah dengan cara berkumpul bersama kawan, aktif di organisasi, fokus sekolah, mendekatkan diri pada agama, mencari pacar pelarian, mabuk-mabukan, atau bahkan dengan melakukan tindakan yang dapat merubah orientasi sexual. Terlalu panjang lebar jika semua cara move on harus dibahas satu persatu. Dalam kesempatan kali ini saya ingin memaparkan asumsi saya mengenai move on mencari pacar pelarian, yang menurut saya hanyalah sebuah mitos belaka.

Saturday, July 14, 2012

KKN hari ke-9; Untuk Anak-Anak

Pagi hari, fenomena tim KKN desa Sukamulya bangun lebih awal terulang kembali. Hal tersebut kali ini dikarenakan kami harus sudah berada bersama dengan ibu bidan dan kadernya di posyandu pada pukul 8. Pagi itu kami dijawadwalkan untuk belajar dan membantu kegiatan penimbangan dan imunisasi di kampung Sukajaya dan Sukamaju. Hari itu adalah kegiatan posyandu terakhir di bulan Juli untuk desa Sukamulya.

Friday, July 13, 2012

KKN hari ke-8; Minggon

Tak seperti biasanya, pagi ini semua anggota tim bangun dan mandi lebih awal. Fenomena ini terjadi karena hari ini adalah hari dimana tim KKN UPI dan IPB secara resmi akan memperkenalkan diri dan menyampaikan program yang telah direncanakan di depan semua aparat dan tokoh desa Sukamulya dari sampai tokoh ibu PKK, bapak RT/RW, petani, hingga kepala desa, dalam sebuah rapat yang diadakan di awal dan akhir bulan, biasa disebut ‘minggon’. Terlambat berarti nilai minus untuk kriteria first impression.

Tidak semua anggota tim beranjak dari tempat tidur pagi itu, Erni, salah satu teman kami dari pendidikan bahasa Jepang tidak beranjak dari tempat tidur, bukan karena malas, tetapi karena kondisi tubuhnya yang tidak fit. Sesegera mungkin anggota keluarga diminta untuk menjemput dan memberikan treatment yang lebih baik dari apa yang dapat kami berikan di tempat KKN. Odaijini Erni, semoga kamu muntaber bukan karena hukuman memakai helm.

Thursday, July 12, 2012

KKN Hari ke-7; Siklus Kebaikan


Kesunyian pagi hari dipecahkan oleh tabuhan genderang doger monyet yang menggelar pertunjukan di depan halaman rumah salah satu warga desa Sukamulya. Pertunjukan jalanan yang sering saya jumpai di bawah flyover Pasteur ini entah kenapa terasa berbeda, mungkin karena pertunjukan pagi itu tidak mengikutsertakan tabuhan knalpot dan klakson kendaraan bermotor yang biasanya menjadi instrumen tambahan pertunjukan sejenis ini di kota-kota besar.

Wednesday, July 11, 2012

KKN Hari ke-6; Sawah

Pagi hari, tidak ada yang menarik untuk diceritakan. Sepertinya saya mulai kekurangan bahan untuk tantangan menulis satu artikel tiap hari selama 40 hari KKN. Bagaimana tidak, hampir setiap hari kami bingung mesti melakukan apa karena jadwal kegiatan desa yang seringkali tidak menguntungkan kami. Misalnya ketika desa sibuk mengurus E-KTP yang merupakan urusan internal desa, atau karena kebanyakan warga pergi ke sawah sehingga aktifitas pedesaan sendiri cenderung sepi, atau karena kami merasa lebih nyaman diam di rumah dan tidak memiliki ide kreatif untuk melakukan suatu hal yang produktif. Apa pun itu, pagi ke enam KKN kami habiskan dengan banyak diam di rumah.

10 Juli 2012. Merasa bosan, saya beserta Wawan dan Puguh memilih berjalan-jalan menikmati daerah pesawahan desa Sukamulya. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, kecamatan Pagaden masuk ke kawasan Subang tengah yang sebagian daerahnya merupakan daerah pesawahan. Desa Sukamulya sendiri memiliki daerah pesawahan yang luas, tak aneh mata pencaharian masyarakat disini kebanyakan adalah petani. Hamparan sawah desa Sukamulya sangat indah. Pemandangan sawah hijau membentang luas disertai mulai redupnya matahari sejauh mata memandang. Wawan sang ketua tim pun menyatakan bahwa tempat ini sangat lah cocok untuk dijadikan tempat berpacaran (lol).

Tuesday, July 10, 2012

KKN Hari ke-5; Meeting


Pagi hari dimulai dengan mengerjakan tugas piket mingguan yang telah dijadwalkan. Senin kebetulan adalah jadwal piket saya. Tidak ada sesuatu yang menarik untuk diceritakan mengenai piket. Hal yang mungkin bisa di highlight adalah makna sampah plastik bagi mak Eras, tetangga samping rumah yang masih harus menggunakan sandal di dalam rumah agar kakinya tidak terkotori lantai tanah tak berkeramik. Mungkin bagi sebagian besar dari kita kemasan teh gelas hanyalah sampah. Namun, bagi nenek yang tinggal dengan seorang anak dan dua cucu itu, kumpulan sampah tersebut adalah sesuatu yang dapat membuat dapur mereka terus mengepul. Sampah plastik tersebut dia kumpulkan dan tukarkan dengan minyak goreng. Mungkin hal seperti ini sudah biasa kita lihat di acara-acara reality show yang disiarkan stasiun TV, namun mengetahui dan melihat secara langsung ‘reality show’ ini terasa berbeda bagi saya, hal yang secara pribadi dapat meningkatkan rasa syukur dan penghargaan nilai suatu benda.

Monday, July 9, 2012

KKN Hari ke-4; Rejeki

Pagi hari masih segar seperti biasanya di desa Sukamulya. Hari ke empat ini ada empat orang anggota tim meminta ijin untuk meninggalkan posko karena berbagai macam urusan. Beruntung kami memiliki ketua yang flexibel dan tidak begitu idealis, sehingga masalah perizinan pun tidak begitu sulit. Sebenarnya jika berbicara mengenai keperluan setiap orang pasti memilikinya, namun saya pribadi memutuskan untuk memprioritaskan KKN untuk saat ini. Walaupun orang-orang di posko hanya tersisa enam orang, program bisa dan harus tetap berjalan. KKN IPB saja yang hanya berjumlah empat orang bisa menjalankan programnnya dengan baik. Pekerjaan rumah sendiri tidak begitu mengalami kendala, terlebih karena kami mendapatkan bantuan kecil.


Sunday, July 8, 2012

KKN Hari ke-3: Pergi ke Kota


Sabtu pagi. Hari yang tepat untuk istirahat, malas-malasan, atau rekreasi. Kami melakukan ketiga hal tersebut pada hari yang ditunggu-tunggu mahasiswa ini. Pagi hari sebagian dari tim mendapat tugas memasak, sebagian memilih untuk menikmati pagi di posko, sementara saya beserta beberapa teman saya mencoba menikmati pagi dengan berjalan santai keliling desa Sukamulya. Udara pagi disini masih segar. Hiruk pikuk suara kendaraan bermotor hampir tidak terdengar di sepanjang jalan yang berbatasan dengan hamparan sawah hijau. It was a quality time to know more about each other.

Saturday, July 7, 2012

KKN Hari ke-2: Desa Sukamulya



Hari kedua KKN dimulai lebih siang, sekitar pukul enam lebih kebanyakan dari kami baru melaksanakan sholat subuh. Tidak banyak hal yang dilakukan di pagi hari. Sekitar pukul sepuluh kami berangkat menuju kantor desa untuk silaturahmi dan menanyakan beberapa hal mengenai desa Sukamulya. Bapak kepala desa tidak bisa kami temui karena ada kesibukan lain yang lebih penting, oleh karena itu kami hanya dapat berbincang dengan perwakilan desa lainnya.

Thursday, July 5, 2012

KKN Hari ke-1; Kedatangan

Satu bulan terakhir mungkin adalah waktu dimana mahasiswa semester 6 banyak dipusingkan oleh KKN yang banyak dibilang merepotkan dan menimbulkan penderitaan. Beberapa diantara teman-teman saya jauh-jauh hari sudah mulai ancang-ancang memilih teman kelompok, tempat, dan meramaikan forum yang mempertanyakan kapan pendaftaran KKN dibuka, sementara saya cenderung santai dan berpikir ‘gimana nanti saja’. Walaupun, pada akhirnya tempat KKN yang saya dapat sekarang, Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, terpilih secara acak, tanpa melakukan observasi kasar sama sekali. Namun saya kira nyaman atau tidaknya suatu tempat bergantung kepada bagaimana kita bisa memandang positif sebuah kondisi dan bagaimana kita mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Tim KKN Desa Sukamulya terdiri dari enam orang laki-laki dan empat orang perempuan dari berbagai disiplin ilmu. Sebelumya kami hanya berkumpul efektif dan melakukan survey sebanyak satu kali. Namun sejauh ini kerja sama tim kami sudah solid, semua sudah lepas dan terbuka melemparkan candaan dan tawa. Hal yang paling saya suka dari tim ini adalah mereka menganggap KKN sebagai sebuah liburan dan pengalaman hidup baru yang tidak perlu begitu dipusingkan.


Sunday, June 10, 2012

5 Alasan


Hidup adalah sebuah pilihan. Setiap orang mempunyai hak dan kebebasan untuk memilih jalan dan tujuan hidupnya. Saya pribadi pun meyakini hal tersebut. Saya berusaha menghargai pilihan dan jalan hidup orang lain dengan meyakini setiap orang punya alasan dan sudut pandang yang berbeda dalam menjalani hidup. Baik dan buruk adalah dua kata sifat yang tidak memiliki definisi pasti. Sejauh seseorang tidak terikat kuat dengan kehidupan yang saya jalani, saya tidak akan banyak ikut campur dalam penentuan pilihan hidupnya.

Semenjak di bangku kuliah,  kehidupan mulai terasa berbeda. Dulu, ketika masih berseragam, hidup mungkin hanya ditujukan untuk tertawa, untuk bersenang-senang. Namun, ketika mulai berkepala dua, pertanyaan mengenai alasan kenapa kita hidup mulai sering berdengung di kepala. Pada akhirnya saya merasa setidaknya ada lima alasan utama hidup ini.

Saturday, May 5, 2012

Dibalik Nama


[sumber]

Asumsi. Mungkin banyak orang berpikir bahwa hal yang diutarakan berlabelkan kata ini hanyalah omong kosong belaka, tidak ilmiah, dan tidak bisa dipercaya. Di sisi lain saya percaya bahwa asumsi adalah sebuah bentuk kebebasan berpikir, sebuah bentuk kebebasan berpendapat, dimana seseorang dapat memproyeksikan apa yang ada dipikirannya. Sebuah asumsi datang dari persepsi kenyataan yang dilihat atau dirasakan seseorang. Ketika seseorang mengeluarkan sebuah asumsi, seharusnya bukan hanya pernyataan “asumsi macam apa itu?”, namun juga  “kenapa anda bisa berasumsi demikian?”. 

Tuesday, April 17, 2012

Ketika Cantik dan Tampan adalah Apa Kata Mereka

[sumber]
 
“Pakailah produk kami, dijamin dalam 40 hari kulit anda akan tampak lebih putih dan cerah”
“Pakailah produk kami, dijamin dalam 40 hari kulit anda akan tampak lebih hitam dan gelap”

Dari kedua pernyataan diatas, kira-kira pernyataan mana yang lebih sering muncul di televisi?

Saturday, April 14, 2012

Pintar saja tidak Cukup

[sumber]

Mungkin banyak diantara mahasiswa yang menjadi lebih bersememangat menjalani hidup dengan KHS penuh dengan keterangan mata kuliah tidak lulus setelah membaca quote dari Bill Gates diatas. Bak ajaran agama yang banyak disalah artikan oleh para pengikutnya, quote ini pun perlu diluruskan lagi maksud dan kandungannya.

Monday, April 9, 2012

Alasan Untuk Sombong

[source]
Pada umumnya orang tidak menyukai orang yang memiliki perilaku sombong. Mengapa orang tidak menyukai orang sombong? Hal tersebut biasanya berkenaan dengan diri yang merasa tersinggung oleh perkataan atau perlakuan orang yang dianggap sombong tersebut. Lalu mengapa orang bisa merasa tersinggung melihat kelakuan orang sombong?.