Friday, October 9, 2009

Makna Kebahagiaan

Bahagia, mungkin semua orang sering mendengar kata tersebut, bahkan saya yakin semua orang mencari hal tersebut dalam kehidupannya. Tetapi, akankah kita tahu bagaimana ukuran kebahagiaan itu? apakah dengan mempunyai harta? fisik yang rupawan? jabatan? prestasi dan popularitas? apa ? apa dan bagaimana sebenarnya ukuran dari sebuah kebahagiaan itu kita tidak dapat memastikannya, karena ukuran bahagia dari setiap orang berbeda-beda.

Di Amerika yang notabene merupakan negara dengan penduduk yang rata-rata penghasilannya tinggi, angka bunuh diri masih sangat besar. mereka mempunyai harta, tetapi mengapa mereka memutuskan mengakhiri hidup mereka ?, padahal mereka mempunyai harta yang melimpah. Itu merupakan salah saru bukti bahwa tolak ukur kebahagiaan seseorang, tidak dapat diukur dari harta yang mereka miliki.

Kurt Cobain, seorang yang memiliki fisik rupawan, popularitasnya sebagai musisi tidak perlu kita ragukan lagi, dan dia pun memiliki harta yang melimpah. memutuskan untuk meninggalkan dunia ini dengan cara mencabut nyawanya dengan cara yang dibenci tuhan, lagi-lagi bunuh diri. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semua yang dimilikinya baik harta,popularitas,atau kerupawanan fisik tidak dapat memberinya sebuah kebahagiaan hidup.

Lalu apa yang dapat membuat kita merasa bahagia dalam hidup ini?

berjalan lah lurus, perhatikan sekitar anda, merendahkan diri dengan menunduk, dan janganlah kau memandang langit sebagai kumpulan awan dan hamparan langit biru yang terbentang luas yang sulit untuk kau gapai, hingga kau bermimpi untuk memiliki sayap agar kau bisa menggapainya, memandanglah ke atas, renungkanlah bahwa diatas hamparan lautan oksigen biru itu, ada sebuah sistem tata surya yang sangat luas yang membuat kita terlihat bagaikan senuah titik debu tak berarti.

jika diperhatikan ungkapan diatas tidak ada hubungannya dengan bahasan kita kali ini mengenai makna kebahagiaan dalam hidup, tetapi apa yang sebenarnya ingin saya katakan adalah,

kita tidak boleh menyerah dalam hidup ini, hidup ini adalah sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan,tidak boleh memutuskan apa yang telah digariskan oleh tuhan, jika kita bersyukur kita akan merasa bahagia dan tersadar betapa beruntungnya kita, lihatlah disekitar kita, banyak orang yang kelaparan, yang dibenaknya hanya memikirkan bagaimana bisa mendapatkan sesuap nasi untuk menyambung hidup mereka,di benak mereka tidak ada bayangan, jika mereka memiliki uang, mereka akan membeli laptop, mereka akan browsing mereka akan blogging,ataupun mereka akan chatting dengan uang yang mereka miliki. Saya yakin anda sekalian yang saat ini membaca blog ini lebih beruntung dari mereka, maka bersyukurlah maka anda akan merasa bahagia, bantulah mereka dan anda akan merasa lebih bahagia. Lihatlah kebawah, perhatikanlah, apakah ada anggota tubuh anda yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya? apakah kaki kaki,tangan,jari dan anggota tubuh lain yang anda miliki masih berfungsi sebagaimana mestinya? sekali lagi bersyukurlah karena anda masih bisa berjalan, bernapas, menyentuh benda, melihat, berbicara sebagaimana mestinya. karena banyak sodara kita yang hidup tanpa memiliki apa yang kita miliki sekarang. Oleh karena itu bersyukurlah, dan anda akan tersadar betapa tuhan telah memberikan anda kebahagiaan.

Lihatlah ke atas, tapi jangan memandang langit dengan pikiran yang dangkal, karena sedangkal-dangkalnya langit, yang dapat anda lakukan hanyalah menatapnya dan berusaha menggapainya dengan rasa kesal, pandanglah hingga ke luar angkasa hingga anda sadar bahwa semua itu berujung pada dzat yang maha kuasa yang memiliki kekuasaan atas semua yang ada di dunia ini. Jika anda hanya memandang langit dengan dangkal, artinya anda hanya iri dan dengki,hanya menginginkan apa yang anda tidak miliki,dengan arti kata lain anda tidak bersyukur dengan apa yang anda miliki sekarang, maka anda hanyalah menyia-nyiakan kebahagiaan yang anda miliki sekarang.

Dari uraian panjang di atas, dapat kita simpulkan bahwa bahagia atau tidaknya seseorang dapat diukur dari seberapa besar dia bersyukur atas semua yang telah Sang kuasa berikan kepadanya.

Semoga kita dapat menjadi manusia yang pandai bersyukur, agar dapat merasakan kebahagiaan dunia dan akhirat, amiiin.

Saturday, October 3, 2009

Bukan Itu Masalahnya

Ketika kita gagal dalam suatu hal.

Pasti kita pernah berpikir.

1. Saya tidak berbakat dan tidak beruntung dalam hal tersebut
2. Saya tidak cocok dengan hal tersebut
3. Saya rasa hal tersebut terlalu sulit untuk saya

tapi pernahkah kita berpikir bahwa hanya ada satu masalah yang membuat kita gagal?

KITA BELUM CUKUP BERUSAHA

Saya rasa hanya itu yang membuat kita gagal.

Ada batas untuk orang yang berbakat dan beruntung, tetapi tidak ada batas untuk orang yang bekerja keras,

Manusia adalah mahluk yang paling baik dalam menyesuaikan diri, karena manusia dapat berpikir dan memikirkan cara.

Jika kita memiliki cita-cita yang tinggi bagaikan sebuag gunung, apa yang harus kita lakukan untuk meraih cita-cita tersebut? hanya satu jawabannya,

Mendaki

sampai kapanpun kita tidak akan pernah mencapai apa yang kita cita-citakan hanya dengan tengadah, menganga, dan menatap ke atas dengan mengerutkan dahi. Yang harus kita lakukan hanyalah,

Mendaki

Masalah Bangsa Kita

Seluruh dunia tahu Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau, sumber daya lautnya begitu melimpah, kekayaan dan sumber daya alamnya pun bagaikan tumpukan emas yang bisa membuat rakyatnya kaya dan sejahtera, Seni budaya pun tak kalah melimpahnya, ratusan karya seni, puluhan etnik, berbagai macam bahasa, ribuan kuliner, sejuta objek pariwisata, semua ada di Indonesia.

Tapi, apakah Indonesia merupakan negara sejahtera, negara maju, ataupun negara yang sebagian besar penduduknya tidak berada di bawah garis kemiskinan? pembaca sekalian pasti mengetahui jawabannya.

Bangsa kita tidak pernah kekurangan orang pintar,
saya yakin para,para pejabat,para pengusaha,bahkan para koruptor yang selama ini duduk terkantuk, dan hanya mengangguk tanpa mengerti ketika sidang mengenai rakyat jelata yang telah mempercayai mereka untuk duduk disebuah kursi di dalam sebuah gedung mewah yang menjadi simbol keadilan untuk rakyat. Adalah orang-orang yang telah mengenyam pendidikan lebih dari bangku SMA. Bahkan saya yakin mereka telah sering masuk dan menaiki lift untuk menuju ruangan mereka belajar, di sebuah Universitas favorit dalam negeri, bahkan di luar negeri.

Tetapi mengapa bangsa ini menjadi bangsa yang terpuruk ? padahal para pemimpin kita adalah orang-orang yang fasih berbahsa asing, hafal penerapan rumus matematika, dan juga faham mengenai ekonomi dan kesejahteraan rakyat?

Jawabannya hanya satu !

Rendahnya moral para petinggi pemerintahan !

Rusaknya moral para petinggi bangsa ini menjadi gas beracun yang menyebar keseleluruh penjuru negeri ini. KPK, sebuah lembaga pemberantasan kejahatan kriminal khususnya korupsi, yang harusnya menyeret para pencuri uang rakyat ke depan meja hijau, kini malah menempatkan salah satu pemimpinnya di kursi panas persidangan dikarenakan terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan. Departemen agama (DEPAG), sebuah departemen dimana orang-orang yang seharusnya mengerti agama lebih baik dari kebanyakan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan mungkin lebih hafal dan mengerti "doa tobat" dari siapapun, diklaim sebgai departemen terkorup beberapa tahun belakangan.

Apakah lembaga yang telah disebutkan di atas hanyalah lembaga yang hanya dipenuhi orang-orang buta huruf yang tidak mengenal sekolah !?

Opini saya, yang harus diperbaiki oleh bangsa ini terlebih dahulu bukanlah sistem ataupun kurikulum pendidikan yang terus menerus berganti nama, tetapi moral,etika,dan prilaku, yang mendasari pola pemikiran yang menentukan bagaimana kita menerapkan ilmu yang kita miliki.