Wednesday, July 18, 2012

KKN Hari ke-13; Kamar Bilik

Hari ke-tiga belas KKN. Tidak ada hal menarik untuk diceritakan. Ketika tujuh anggota tim pergi mengajar, saya pulang.

Perjalanan Pagaden-Geger Kalong hanya memakan waktu +/- satu jam tiga puluh menit dengan kecepatan 70-80 km/jam. Tidak terlalu lama ternyata.
 
Sesampainya di sebuah kotak bilik bambu yang sudah sangat jarang ditemukan diantara tebalnya dinding pemisah antar-individu kota, seonggok tubuh sekejap terbaring menatap langit-langit dimana butiran debu masih bisa tembus, beristirahat.

KKN Hari ke-12: Wanita Tua Kesepian

Bangun di pagi hari sepertinya bukan sebuah fenomena lagi bagi tim KKN desa Sukamulya. Hal tersebut sepertinya disebabkan oleh jadwal kegiatan yang sebagian besar dimulai pagi hari. Setidaknya ada dua kegiatan yang dimulai pada waktu yang bersamaan di pagi hari itu, belajar komputer bersama para staf pemerintah desa Sukamulya dan mengajar di PAUD Dahlia yang berlokasi di Julang, tidak jauh dari posko KKN. Kedua kegiatan tersebut memiliki skala prioritas yang sama, oleh karena itu dengan terpaksa tim pun harus dibagi dua untuk memenuhi kewajiban melaksanakan program-program tersebut.

Saya dan Ahmad memilih pergi untuk program belajar komputer bersama staf desa Sukamulya. Untuk menjalankan program ini kami mau tidak mau harus membawa laptop sendiri diakrenakan komputer inventaris desa sedang dalam perbaikan. Mungkin anda bertanya-tanya “lantas bagaimana desa mencetak surat-surat birokrasi?” Microsoft word classic (re: mesin tik) dan menyewa jasa tukang photocopy adalah jawaban yang kami dengar dari salah satu staf. Ketika program dijalankan, hanya tiga dari tujuh orang staf yang bersedia untuk belajar komputer bersama, sisanya terlihat memiliki antusiasme yang dikalahkan rasa takut melakukan kesalahan. Tidak banyak materi yang di-share selama dua jam belajar words dan bermain Zuma Deluxe.

Monday, July 16, 2012

KKN Hari ke-11; Liburan Total

Empat orang pria adalah mereka yang tersisa saat minggu pagi hari ke-sebelas KKN berlangsung di desa Sukamulya. Saya pribadi tidak ingin hari ini menjadi another day off, dan memang tidak demikian karena hari tersebut bisa dibilang hari rekreasi total bagi kami.

Singkat cerita hari itu empat orang pria + satu orang pemuda desa pergi ke Waterboom kecamatan Sukamulya, Nagrog kampung wisata, dan pantai Kalapa Patimban. Sebenarnya Iwana, Roy, dan Ina dari KKN IPB juga diundang untuk turut serta, sayangnya mereka tidak bisa bergabung karena harus mengerjakan laporan yang akan diperiksa sewaktu-waktu tim SIDAK KKN IPB datang.


Sunday, July 15, 2012

KKN Hari ke-10; Nganggur Total

Pagi hari kami bangun sama pagi seperti biasanya, ketika sang surya sudah menampakan wajahnya. Ada lima anggota tim KKN desa Sukamulya yang tersisa pada hari itu. Sisanya memliki kesibukan lain sama seperti semua umat manusia di dunia ini. Hari itu saya memutuskan untuk menjaga rumah ketika empat anggota tim lainnya pergi ke Julang untuk memastikan PAUD yang anak-anaknya akan menjadi murid kami Senin nanti.

14 Juli 2012, saya bertugas menjaga rumah. Hanya berdiam diri tak banyak melakukan kegiatan, merasa bosan. Harapan untuk keluar dari boredom ini adalah jadwal berkunjung dan berdiskusi dengan para pengrajin kriya di dusun Nagrog. Sore hari kami ternyata tetap menatapi langit-langit rumah mak Eras sambil menganga karena kunjungan ke Nagrog ditunda sampai Minggu besok. Akhirnya kami memutuskan untuk membunuh kebosanan dengan pergi ke municipal Subang untuk membeli mie ayam yang sebenarnya tidak terlalu kami inginkan. Sekian.
 

Hari ke-sepuluh KKN mungkin adalah hari KKN yang paling membosankan sejauh ini.

Pelarian Hanyalah Mitos

Move on, kata-kata itu mungkin sudah tak aneh kita dengar di era remaja galau saat ini. Biasanya kata move on banyak bergema ketika seseorang putus hubungan, sebuah kata yang menggambarkan usaha melupakan kekasih terdahulu. Ada berbagai cara untuk move on, diantaranya adalah dengan cara berkumpul bersama kawan, aktif di organisasi, fokus sekolah, mendekatkan diri pada agama, mencari pacar pelarian, mabuk-mabukan, atau bahkan dengan melakukan tindakan yang dapat merubah orientasi sexual. Terlalu panjang lebar jika semua cara move on harus dibahas satu persatu. Dalam kesempatan kali ini saya ingin memaparkan asumsi saya mengenai move on mencari pacar pelarian, yang menurut saya hanyalah sebuah mitos belaka.