Wednesday, August 10, 2011

Butterfly, Firefly, Turtle, and Monkey (With Indonesian Translation)

taken from borbonianblogosphere.wordpress.com

The word college student means mahasiswa in Indonesian, the word siswa means student and the word maha can be regarded as ‘not only’. So the word mahasiswa or college student means that a student which is not a kindergarten, elementary, junior, or senior high student whose task is only to study from dawn to dusk.

By being a college student; you will have a form of freedom which you don’t get before taking off your white and grey uniform. Aside from studying in your college, you can do almost anything you decide for yourselves. That’s why the life of every single student in a college is different. But there is a classic and general classification of college student based on their activities after class is end.  Before we move on, I want to say that life is the privilege of the living; I am not saying that this way of life is good and another one is bad. Whatever way of life you choose, just walk on, and don’t be stand still.

Kata ‘maha’ dalam kata ‘mahasiswa’ berarti ‘lebih dari’ atau ‘tidak hanya’. Jadi kata mahasiswa artinya adalah siswa yang bukan murid TK, SD, SMP, atau SMA yang tugasnya hanyalah belajar dari terbit sampai terbenam matahari.

Dengan menjadi seorang mahasiswa; kamu akan mendapatkan sebuah kebebasan yang kamu tidak dapatkan sebelum melepas seragam putih-abu mu. Selain belajar di perguruan tinggi, kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan. Itulah mengapa hidup setiap mahasiswa dalam sebuah perguruan tinggi berbeda-beda. Tetapi ada klasifikasi mahasiswa yang klasik dan umum didasarkan pada aktifitas yang mereka lakukan sepulang kuliah. Sebelumnya, saya ingin mengatakan bahwa hidup adalah hak istimewa dari seseorang yang hidup, saya tidak mengatakan bahwa cara hidup ini bagus dan yang lainnya jelek. Apapun cara hidup yang kamu pilih, jalani saja, dan jangan hanya diam tak bergerak.

The types of students based on their activities after class is end:
Tipe mahasiwa berdasarkan aktifitas mereka sepulang kuliah:



1. Butterfly (Indonesian= kupu-kupu=KUliah PUlang-KUliah PUlang)
Note: Kuliah-Pulang-Kuliah Pulang means that the students go back home immediately after the class is end.

taken from fionacrystal1991.blogspot.com

I was this type when I was a freshman. At that time, I thought that the only duty of a college student was to study in the class or outside the class, and joining any club or organization would only hinder the process of my study. Though, in reality I didn’t study more during my time as a butterfly student, I could still have some benefits by having much time to rest and more chances to feel the warmness of my family when I am home.

Saya dulu adalah tipe ini ketika saya seorang maru (mahasiswa baru). Pada saat itu, saya berpikir bahwa satu-satunya tugas dari seorang mahasiswa adalah belajar baik didalam atau diluar kelas, dan bergabung dalam sebuah klub atau pun organisasi hanyalah akan menghambat proses kuliah saya. Walapun, pada kenyataannya saya tidak lebih banyak belajar pada saat saya menjadi kupu-kupu, saya tetap mendapatkan keuntungan dengan memiliki banyak waktu untuk beristirahat dan merasakan kehangatan keluarga ketika saya pulang ke rumah.


2. Firefly (Indonesian= kunang-kunang = KUliah NANGkring-KUliah NANGgkring)
Note: Kuliah-nangkring-kuliah nangkring means that the students spend their time after the class is end mostly by hanging out in the places such as mall, tourism object or café.

taken from amazingplanner.com.my
On the second semester, I began to have close friends then I transformed into a firefly. I spent my leisure time by going to a theatre, food court, cafe and various events. As a firefly, not only time that I spent, but also money. I can hardly save some money when I was a firefly. But the good points are, I became know how most citizens live and the friendship of my friend and I become closer. I also know how to use a modern toilet in the mall and how to order pizza in a pizza restaurant when I was a firefly, what a shame (lol).

Di semester dua, saya mulai mendapatkan teman-teman dekat, saya pun bertransformasi menjadi seekor kunang-kunang. Saya menghabiskan waktu luang saya untuk pergi ke bioskop, pujasera, cafe dan berbagai macam even. Sebagai seorang kunang-kunang, bukan hanya waktu yang saya habiskan, tetapi juaga uang. Saya sangat sulit untuk menabung ketika saya menjadi seorang kunang-kunang. Tetapi poin positifnya adalah, saya jadi tahu bagaimana kebanyakan orang kota hidup dan hubungan pertemanan antara saya dan teman-teman menjadi lebih akrab. Saya juga tahu bagaimana menggunakan toilet modern di mall dan bagaimana cara memesan pizza di restoran pizza ketika saya menjadi kunang-kunang, memalukan ya hehe.           


3. Turtle (Indonesian=kura-kura= KUliah RApat- KUliah-RApat)
Note: Kuliah-rapat-kuliah rapat means that the students mostly get something to do dealing with the organization they join in after the class end).

taken from pimpmyspace.org
This is me right now; a student who usually has something to attend to after the class is end. Something which I have to attend to usually is something regarded to organization. Many people say that being a turtle is pointless and will only slow your study, but believe me; it doesn’t work on me and the most of my friends in organization. I still get satisfying marks for the most of courses I took. Yet, I get many lessons from being a turtle; those lessons are the lessons which will not be taught by lecturers in the class. Those lessons are lesson of life, lesson of friendship, lesson of psychology and the lesson which teach that human being cannot live without society around them. You will not get any additional mark displayed on computer screen by being a turtle, but I believe people’s marks as turtles will always be ‘A’.

Ini adalah saya sekarang; seorang mahasiswa yang biasanya ada urusan sepulang kuliah. Urusan tersebut biasanya urusan yang berkenaan mengenai organisasi (himpunan). Banyak orang bilan kalau menjadi kura-kura itu tak ada gunanya dan hanya akan memperlambat kuliah, tetapi percayalah; hal itu tidak terjadi pada saya dan kebanyakan teman saya di himpunan. Saya tetap mendapatkan nilai-nilai memuaskan di mata kuliah yang saya ambil. Tetapi, saya mendapatkan banyak pelajaran dari menjadi seekor kura-kura; pelajaran tersebut adalah pelajaran yang tidak akan diajarkan oleh dosen-dosen dikelas. Pelajaran-pelajaran tersebut adalah pelajaran hidup, pelajaran persahabatan, pelajaran psikologi, dan pelajaran yang mengajarkan bahwa manusia tidak akan dapat hidup tanpa manusia disekitarnya. Kamu tidak akan mendapatkan nilai tambahan ditampilkan di layar komputer dengan menjadi seorang kura-kura, tetapi saya yakin nilai orang-orang sebagai kura-kura akan selalu ‘A’.  

 
4. Monkey (Indonesian=kera=Kuliah ERjA)
Note: Kuliah-kerja means that the students have side or part time jobs.
 
taken from allfreelogo.com
Who say that I am a monkey already? (-_-“). Actually this type is not included in classic classification, this type is originated from my point of view. Working is the main purpose of our study. The higher your education is, the more chances you have to work, and the more cash you will earn. Most of the parents will disagree if their sons or daughters turn into a monkey, (ups) I mean having a part time job while they are in the process of studying. They say that they can still afford to fulfill our needs in studying without our help financially, and they are also afraid that our study will be hindered if we have a part time job while we are studying. But believe me; it’s not merely about cash. What we want to taste the most by being monkey actually is the learning process of earning money not the money itself. As for the fear of being hindered in studying, don’t worry, because what we need in studying is not the quantity but quality of time. As long as you can manage your time well, being a monkey is okay.
 
Siapa yang bilang kalau saya sudah menjadi kera? (-_-“). Sebenarnya tipe ini tidak termasuk kedalam klasifikasi klasik, tipe ini murni dari pendapat saya. Bekerja merupakan tujuan utama dari kuliah kita. Semakin tinggi pendidikan, semakin besar kesempatanmu mendapat perkerjaan, semakin besar juga jumlah uang yang akan didapat. Kebanyakan orang tua tidak setuju jika anak mereka berubah menjadi kera, (ups) maksud saya mempunyai pekerjaan sambilan ketika mereka sedang dalam proses kuliah. Mereka mengatakan bahwa mereka masih mampu membiayai kebutuhan kita kuliah tanpa kita bantu secara financial, dan mereka juga takut kalau kuliah kita akan terhambat jika kita kerja sambilan ketika sedang kuliah. Tapi percayalah; ini bukan semata-mata tentang uang tunai. Apa yang kita ingin rasakan dengan menjadi kera sebenarnya adalah proses pembelajaran dalam mencari uang, bukan uangnya. Untuk ketakutan dalam hambatan ketika kuliah, jangan khawatir, karena apa yang kita butuhkan dalam belajar bukanlah kuantitas waktu, tetapi kualitas waktu. Selama kamu dapat mengatur waktu dengan baik, menjadi kera tak masalah.

Every choice is a good and bad choice. Whatever choice you choose, that’s your own choice. Don’t think too much about people’s opinions if they just can give nothing to you.
Setiap pilihan adalah pilihan baik dan buruk. Apapun pilihan yang kau pilih, itu adalah pilihanmu. Jangan terlalu memikirkan opini orang jika mereka tidak bisa memberikan apapun padamu.

One thing you have to bookmark in your life’s homepage,
Satu hal yang harus kau tandai di halaman muka hidupmu

Never Stand Still, Always Keep Walking. . .

please always visit my blog (lol).
Selalu kunjungi blog saya hehehe.     

No comments:

Post a Comment