Showing posts with label artikel lama. Show all posts
Showing posts with label artikel lama. Show all posts

Wednesday, January 13, 2010

Nothing is Impossible

By : Ihsan Nur Iman Faris

Panas sinar matahari sangat menyengat siang itu, membuat hampir setiap orang yang bergerak di bawah naungannya bermandikan keringat. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat siswa-siswa SMA Cipanas International School untuk bermain bola dan berlatih untuk menghadapi kejuaraan sepak bola yang akan dihadapi 2 bulan yang akan datang.

Adi, salah satu siswa kelas 2 SMA tersebut berniat untuk pulang ke rumah karena kala itu kegiatan belajar-mengajar di sekolah telah usai. Jika hendak pulang, tentu saja semua siswa harus menyusuri pinggir lapangan sepak bola yang letaknya tepat sebelum gerbang masuk dan keluar sekolah tersebut . Dengan tubuh kurusnya, buku tebal didekap didada, kaca mata tebal, baju dimasukan rapi kedalam celana, dan potongan rambut rapi ala SBY, dia berjalan menunduk, menunjukan rasa lelah dikarenakan kegiatan belajar yang padat. Memang Adi mendapatkan rasa capek yang lebih dari siswa yang pada saat itu bermain bola karena Adi mengikuti kursus Fisika, Kimia, Matematika, dan Astronomi yang diadakan di sekolah tersebut.

Adi sesekali menengok ke arah lapangan sepak bola. Tatapannya begitu penuh harap, dalam hatinya dia berharap dapat bermain bola seperti mereka. Tapi tatapannya itu dia akhiri dengan menunduk dan menggelengkan kepala. Dalam hatinya selalu teringat dan terngiang-ngiang perkataan ibunya “ Di, kamu nanti kalau sekolah harus selalu masuk tiga besar ya, oleh karena itu kamu harus banyak ikut kursus, ikut bimbingan belajar, dan ikut seminar. Kamu tidak perlu banyak ikut kegiatan olah raga, kamu tidak cocok dengan semua itu, terlebih lagi ibu takut kamu terluka dan tidak bisa sekolah untuk waktu yang cukup lama. Semua itu akan menjadi kerugian untuk kamu dimasa depan”. Semua perkataan ibunya mungkin bisa dikatakan benar adanya karena dalam mata pelajaran olah raga Adi selalu mendapat nilai pas-pasan dan dia pun selalu menjadi bahan lawakan teman-temannya karena gerakannya yang kik-kuk. Tiba – tiba saat dia berjalan, si kulit bundar dengan cepat memotong langkahnya sehingga dia kaget dan hampir terjatuh. Bola itu menggelinding cukup jauh dari para pemain bola, tapi cukup dekat dari tempat Adi berdiri. Orang –orang di lapangan berteriak kepadanya “ oi, kamu . . .ayo tending bolanya kemari “ Adi pun terlihat bingung karena dia hampir sama sekali belum pernah menendang bola dikarenakan dia belum pernah ikut bergabung jika temannya bermain bola. Orang-orang dilapangan terus berteriak semakin lama semakin kencang, dan raut wajah mereka pun semakin kesal. Alex, sang kapten dengan nomor punggung 10, berbadan tegap berparas tampan ,berpostur ideal dan sangat gagah tersenyum ke arah Adi dan berkata “ ayo tendang saja, jangan ragu itu hanyalah hal yang mudah, kamu pun pasti bisa” Alex berkata sambil melambaikan tangannya seakan menyemangati Adi untuk menendang bola itu. Adi pun mengambil bola, dengan penuh tekad, wajahnya berubah serius, tatapannya tajam ke arah bola, dia melemparkan ransel dan bukunya ke tanah, dia pun bersiap menendang bola dengan kuda-kuda yang hampir sama dengan Kapten Tsubasa, seluruh tenaga dia pusatkan di kakinya, dia menendang bola dan . . .
“ Gubrak” dia terjatuh dengan kencang membentuk sudut 270ยบ. Dia pun merintih kesakitan, sementara bola tidak beranjak kemanapun. Semua orang yang bermain sepak bola pada saat itu menertawakan kejadian yang menimpa Adi kecuali sang kapten, Alex. Dia memperlihatkan wajah kecewa sekaligus wajah kasihan, dia berpikir itu semua salahnya, seharusnya dia sendiri yang mengambil bola itu walaupun ada orang yang lebih dekat untuk mengambil bola tersebut. Wajah Adi pucat, hampir sekujur tubuhnya terasa sakit, tapi hal yang paling membuat sakit bukanlah luka yang ada ditubuhnya, melainkan olok – olok dan tertawaan dari orang yang ada di sekelilingnya. Dani, salah seorang pemain bola yang kala itu berlatih pun mengambil bola itu sendiri dan dia mengatakan kata-kata yang sangat tidak berkenan dihati Adi “ huh dasar kutu buku, menendang bola saja tidak bisa, olahraga memang hal yang tidak cocok buat kamu, lebih baik kamu belajar fisika sampai otakmu mengeluarkan asap saja, itu lebih cocok bagi kamu” perkataan Dani diakhiri dengan tawa yang puas, mereka pun melanjutkan kembali bermain bola dengan tawa dan olok-olok terhadap Adi masih tersisa. Adi pun dengan menunduk dan kecewa pun terus berjalan meninggalkan mereka, dalam hatinya dia terus berkata “ hal ini memang tidak cocok denganku” Alex menatap punggung Adi dengan rasa kasihan matanya terus mengikuti langkahnya hingga gerbang sekolah, setelah itu dia pun kembali meneruskan bermain bola.

Sesampainya di rumah Adi melepas sepatunya di teras rumah, terdengar langkah kaki ibunya menghampiri. Seketika sang ibu merasa kaget mendapati sang anak tercinta pulang dengan keadaan kotor dan memar hampir disekujur tubuhnya. Sang ibu pun bertanya “ Adi ? kenapa tubuhmu bisa kotor dan memar begini ? “ dengan suara yang pelan dan lemas Adi menjawab “ saya jatuh bu di jalan, saya tidak hati-hati saat berjalan, saya menyandung batu yang ada di jalanan, dan beginilah bu akhirnya” Adi berbohong. “ oh . . .ibu kira kamu habis berolahraga . . .kamu harusnya berhati-hati nak, jalanan adalah tempat yang berbahaya bagi anak seperti kamu, ayo cepat ganti baju dan obati luka kamu, nanti malam kan kamu harus belajar lagi. Ngomong-ngomong bagaimana tadi les fisikanya? Sang ibu menanyakannya dengan wajah penuh ingin tahu. “ ya seperti biasa bu, saya bisa mengikutinya dengan baik” dengan sedikit mengeluh Adi menjawab. Dengan tangan berada di dada dan tersenyum sang ibu berkata “ wah anak ibu memang pintar, bapakmu yang sedang berkerja di Australi pasti senang mendengar anaknya seperti itu”. Pembicaraan itu pun selesai, mereka berdua pun masuk ke rumah. Adi segera mandi, membersihkan luka, dan setelah itu dia mengunci diri di kamar. Sang ibu menyangka putra tercintanya sedang asyik belajar.

Adi terus merenung, menatap langit-langit kamarnya sambil menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan. Dalam hati dia terus berpikir “ sepak bola itu tak cocok bagi diriku . . .” dia terus berpikir begitu, tapi dalam lubuk hati terdalamnya dia merasa sangat sedih karena sebenarnya dia sangat menyenangi sepak bola dari semenjak dia kecil.Sayangnya dia hanya dapat menikmatinya hanya sebagai penonton saja, dia ingin sekali merasakan langsung ketegangan dan kenikmatan bermain bola sebagai pemain. Hal itu mulai menjadi sekedar mimpi belaka bagi dirinya, tatkala sang ibu terus memaksanya untuk belajar dan konsentrasi pada prestasi akademik. Perasaan kecewa dan gelisah terus menyelimuti hatinya malam itu, tetapi dia memaksakan diri untuk tidur cepat karena besok pagi-pagi sekali dia harus menghadiri seminar fisika yang diadakan dari tempat yang cukup jauh dari rumahnya.

Pagi pun tiba, Adi terbangun oleh bunyi alarm handphone miliknya. Dia pun bersegera mandi dan sarapan, setelah itu dia bergegas pergi menuju tempat diadakannya seminar yang akan dimulai pada pukul 09.00. Pada saat itu jarum jam menunjukan pukul 06.30, Adi merasa masih banyak waktu untuk bersantai, dia pun memutuskan untuk sejenak berjalan-jalan sebelum dia mencari kendaraan umum yang membawanya ke tempat seminar. “ Jalan – jalan sejenak mungkin akan memperbaiki kondisi hatiku, selain itu hal itu juga baik untukku yang sangat kurang berolah raga ini” Adi bergumam. Adi berjalan dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku, dia berjalan dengan santai sambil memperhatikan sekitarnya. Pada hari itu kebetulan sekolah Adi sedang libur karena disekolahnya sedang diadakan try out untuk kelas 3 yang akan menghadapi ujian nasional. Adi terus berjalan dan berjalan. Tak lama, setelah merasa capek Adi memutuskan untuk mencari kendaraan umum dan pergi menuju seminar. Dia berhenti didepan sebuah lapangan sepak bola. Di tempat itu samar-samar dari kejauhan dia melihat seorang pria yang sedang berlatih sepak bola sendirian dengan penuh semangat, sekujur tubuhnya penuh dengan keringat. Ternyata yang dia lihat itu Alex, kapten tim sepak bola sekolahnya. Dalam hati dia bertanya “ mengapa dia harus berlatih sepagi ini? padahal kan ini hari libur, terlebih lagi aku kira dia orang dengan bakat sepak bola yang hebat yang tidak perlu lagi banyak berlatih”. Kendaraan demi kendaraan terus lewat di depan Adi. Mengelaksoni dan menawarkan jasa untuk mengantarkannya ke tempat tujuan, tetapi Adi terus menolaknya dan dengan serius memperhatikan Alex yang sedang berlatih keras. Alex terus berlatih, dia terus melatih tendangan kaki kanannya. Dia menendang bola kesana kemari. Tendangannya sangat bertenaga, sampai-sampai dapat mengeluarkan bunyi hentakan yang sangat keras. Adi sangat terkagum – kagum dengan ‘spirit’ yang dimiliki oleh Alex dalam berlatih, dia berharap dapat memiliki semangat yang sama dengannya. Tiba-tiba bola yang ditendang Alex melenceng keluar lapangan dan menyebrang jalan menuju tempat Adi berdiri. Alex pun menoleh mengikuti arah perginya bola, dan saat itu dia menyadari keberadaan Adi yang sedang berdiri dipinggir jalan. Alex melambaikan tangan dan berteriak sambil tersenyum “ Oi . . .kamu yang kemarin kan? Ayo kemari temani aku berlatih, tapi sebelumnnya bisakah kau tendang bola yang ada di depan mu itu kemari? “ mendengar perintah seperti itu lagi Adi merasa tercengang, kaget, dan teringat peristiwa yang kemarin terjadi. Dia merasa bingung dan takut untuk menendang bola itu, tetapi jika dia tidak memberikan bola itu kepada Alex, dia takut menyakiti dan menyinggung perasaan Alex. Adi hanya terdiam memandangi bola, sementara Alex merasa bingung melihat apa yang dilakukan oleh Adi. Akhirnya Adi mengambil keputusan. Dia akhirnya menyentuh bola itu dengan tangannya, mencengkramnya dengan kedua tangannya dan membawanya ke Alex berserta dengan seluruh anggota tubuhya, dia menghampiri Alex dan berkata “ maaf, ini bolanya”.

Alex menepuk pundak Adi dan berkata “ kau tidak seharusnya berputus asa seperti itu, kau harusnya lebih percaya diri”. Adi menjawab sambil menunduk “ mungkin bagi kamu, orang yang memiliki bakat dan talenta yang luar biasa sangatlah mudah melakukannya, lagipula sepak bola memang tak cocok bagiku. Aku tidak mungkin dapat bermain sepak bola”. Dengan tersenyum Alex menjawab “ ada batasan untuk orang yang berbakat, tetapi tidak ada batasan untuk orang yang berkerja keras, selain itu kau tidak pandai bermain sepak bola bukan karena sepak bola tidak cocok denganmu , tetapi karena kau belum melakukan banyak usaha untuk bisa bermain sepak bola, teruslah berusaha karena tak ada yang tak mungkin jika kita mau berusaha”. Dari situ Adi merenung. Ia pun tersadar dan terpacu hatinya untuk dapat bermain sepak bola. Setelah pertemuannya dengan Alex tersebut Adi memutuskan untuk terus berlatih dan berlatih agar pandai bermain sepak bola.

Sunday, January 3, 2010

Tujuanku Kuliah

Kuliah, mungkin kata-kata itu adalah hal yang paling sering dibicarakan dikalangan siswa SMA kelas 3 semester akhir. Topik mengenai kuliah ditanggapi beragam oleh berbagai siswa, ada seorang siswi yang menanggapi bahwa kuliah itu tidak penting, karena toh dimasa depan nanti dia akan menjadi seorang istri yang pekerjaan utamanya adalah sebagai ibu rumah tangga, ada yang menanggapi kalau kuliah itu mahal dan hanya membuang-buang uang, dan dia lebih memilih untuk berkerja sebagai buruh disebuah pabrik seusai lulus. Ada yang menanggapi kuliah itu bisa dimana saja yang penting adalah diri kita yang melakoninya. Ada yang menanggapi kuliah itu harus di Universitas terkemuka agar kelak kita dibantu oleh gengsi universitas kita saat kita hendak mencari pekerjaan.Ada yang menanggapi kuliah itu hanya sebagai pengisi waktu luang saja, daripada menganggur atau menjadi buruh disebuah pabrik.

Tanggapanku adalah tanggapan yang terakhir, karena aku tidak mau menganggur dan saya merasa gengsi jika harus berkerja sebagai seorang 'pesuruh' disebuah perusahaan.

Awalnya aku mencoba PMDK ke sebuah Universitas di Bogor. Pertimbanganku memilih Bogor adalah karena terdapat saudara disana dan karena tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga aku dapat pulang lebih sering. Selama 1 bulan lamanya aku menunggu hasil pengumuman PMDK dari universitas tersebut. Betapa kecewanya aku ketika mengetahui namaku tidak berada dalam daftar siswa yang lulus PMDK ke Universitas tersebut. Aku bingung harus masuk ke Universitas mana ketikaku lulus, yang pasti Aku menyatakan tidak mau masuk ke universitas 'luar negeri' kepada orangtuaku.

Aku pun mencari informasi mengenai jalur masuk universitas, dan menemukan jalur masuk UM-UPI. Aku mencoba memahami cara masuk Universitas ini melalui jalur ini. Akhirnya kumengerti inti dari jalur masuk ini adalah biaya yang besar.
Aku memberitahukan hal ini kepada orangtuaku. Mereka sempat ragu dan menawarkan jalur SNMPTN atau masuk Universitas Swasta. Aku menolak kedua tawaran tersebut dikarenakan aku merasa tidak memiliki cukup kemampuan untuk bersaing dengan ribuan orang diseluruh Indonesia. sementara itu, alasanku menolak universitas swasta adalah karena 'gengsi'.

Mereka akhirnya mengizinkan aku untuk mengikuti test UM-UPI. Saya pun lulus dan merasa sangat gembira karena tidak perlu masuk ke Universitas swasta. Orangtuaku pun sangat merasa gembira tatkala mendengar kabar kelulusan dariku. Orang tuaku pun diwajibkan untuk membayar dana yang sangat besar yang kurasa menjual sebuah motor bebek saja tidak akan cukup menutupi biaya tersebut. Hari terus berlalu dan jangka waktu pembayaran pun semakin sempit.Aku merasa sangat khawatir, khawatir jika keberhasilanku masuk Universitas ini sirna dikarenakan tidak adanya biaya. Tiga hari sebelum batas akhir waktu pembayaran aku mendapat pesan singkat dari ibuku yang berkata "uang pembayaran pendaftarab udah dibayar ke Bank". Betapa senangnya hatiku ketika mendengar berita tersebut,tetapi aku merenung "darimana mereka dapat uang sebesar itu? pasti mereka meminjam dari orang lain". Seketika itu pula wajahku berubah pucat dan sedih, aku merasa menjadi seorang anak yang menjadi beban berat bagi orangtuaku. Dikamar aku meneteskan air mata,menyesali keputusan orangtuaku.

Orangtuaku pun datang menghampiriku dan bertanya, " kenapa kamu menangis" aku menjawab "karena saya sudah terlalu merepotkan dan terlalu membebani". orang tuaku mengelus kepalaku, memegang pundakku seraya berkata " kami tidak akan merasa terbebani walaupun harus mengeluarkan uang puluhan juta. yang kami ingin lakukan adalah melihat kamu menjadi anak yang sukses dimasa depan, apapun caranya akan kami tempuh. Yang terpenting sekarang kamu belajar yang benar, buat kami bangga dan bahagia". Mendengar perkataan tersebut aku memeluk mereka berdua.Aku pun berterima kasih terhadap apa yang telah mereka berikan kepadaku, dan aku pun berjanji ketika kuliah nanti aku tidak akan mengecewakan mereka.

Sejak saat itulah aku menetapkan kalau tujuan kuliahku adalah untuk membuat bangga dan membahagiakan kedua orang tuaku.

Monday, December 14, 2009

Kemeriahan Perayaan Tahun Baru

31 Desember bukanlah hari peringatan nasional, hari pahlawan nasional, bahkan bukanlah hari libur nasional, namun pada hari itu banyak orang membunyikan terompet seakan merayakan sebuah festival, kendaraan bermotor berlalu lalang menuju berbagai objek wisata, orang-orang berkumpul bersama sanak famili, tua-muda, pria-wanita, anak-anak sampai orang dewasa turun ke jalan.

Hal apa yang membuat mereka seperti itu? Pasti kita semua sudah tahu penyebabnya. Seperti yang kita tahu tanggal 31 Desember merupakan halaman terakhir dari sebuah “buku” yang disebut tahun. Semua orang bereuporia merayakan datangnya tahun baru, banyak cara untuk merayakan hal tersebut. Mengunjungi objek wisata, menonton film, membunyikan terompet, berkumpul bersama teman-teman serta keluarga, pesta makan, dan lain-lain. Tetapi cara yang paling populer dan sudah mendunia adalah merayakannya dengan pesta kembang api yang diluncurkan tepat pukul 00.00.

Pada tahun baru dua tahun silam, tepatnya dipenghujung tahun 2007, tak berbeda dengan orang kebanyakan, aku merayakan pesta tahun baru dengan turun ke jalan bersama dengan teman-teman, membuat kebisingan dengan membunyikan terompet, serta mengadakan pesta makan sembari menantikan langit malam yang dihiasi bunga yang berwarna-warni yang berbahan dasarkan bubuk mesiu.

Pada tanggal 31 Desember kami mempesiapkan segalanya, mulai dari bahan makanan, peralatan masak, terompet, uang, fisik, dan tentunya beberapa cangkir kopi yang dapat membantu mata kami terjaga hingga pagi menjelang. Pada saat itu kami berkumpul di rumah seorang teman yang tidak jauh dari objek wisata yang seingkali menjadi pusat perayaan tahun baru di Cipanas – Puncak , yaitu kawasan real estate, Kota Bunga. Konon pengelola Kota Bunga berani merogoh kocek hingga 1 milyar rupiah untuk mengadakan pesta yang dilaksanakan sekali dalam 1 tahun tersebut. Angka tersebur tentu saja merupakan hal yang fantastis untuk percikan api berwarna-warni yang menghiasi langit hanya untuk beberapa saat saja.

Bukan hanya kami saja yang akan merayakan pesta penutupan tahun di tempat itu, ribuan orang dari berbagai tempat seperti Bandung, Jakarta, Bogor, dan Sukabumi pun menuju ke tempat yang sama dengan kami, antrian kendaraan sudah terlihat bahkan dari siang hari, jalur menuju puncak pun sudah menerapkan sistem buka-tutup untuk menghindari kemacetan yang lebih parah. Polisi sudah bersiaga diberbagai titik rawan kemacetan. Pada saat siang hari itu kami sudah berkumpul, bersenda gurau dan tertawa. Mulai memasuki malam hari kami menyiapkan bahan makanan, dan peralatan. Diiringi dengan musik dari komputer, kami pun mengolah makanan tersebut dengan cara memanggang atau membakarnya, kami membuat jagung dan ayam bakar. Suasana pun terasa begitu hangat dan menyenangkan, apa lagi ketika malam sudah memasuki pukul 22.00 ketika kembang api mulai mengangkasa. Kembang api itu memang hanyalah berasal dari pihak-pihak swadaya, yang ingin turut berpartisipasi dalam perayaan. Tidak begitu spektakuler dan fantastis tapi cukup untuk merangsang bola mata kami untuk menatap langit sambil terkagum-kagum. Pada saat itu kami berada dilantai 2 rumah teman kami, tempat yang cukup tinggi dan strategis untuk menikmati pemandangan langit yang hanya terjadi sekali dalam setahun. Tetapi kami merasa kurang puas dengan posisi kami pada saat itu, kami pun memutuskan untuk mencari angle yang lebih strategis dengan memanjat hingga keatap rumah. Tanpa melepaskan jagung bakar ditangan kami, kami pun merangkak naik ke “lantai teratas” dari rumah. Intuisi kami untuk pergi ke atap pun terasa sangat benar ketika langit yang berwarna-warni pada malam itu membuat mata kami melongo dan mulut kami menganga karena saking kagum atas keindahannya. Berada di ketinggian 25 meter diatas tanah, kami tidak menggubris resiko terjatuh dan cidera karena terhipnotis oleh keindahan langit malam tahun baru.

Memasuki pukul 23.00 kami memutuskan untuk menyudahi pesta makan di rumah teman kami dan bersiap pergi menuju tempat pusat perayaan tahun baru. Jarak yang perlu kami tempuh untuk menuju tempat itu hanyalah 1,5 Km tetapi jarak tempuh tersebut terasa menjadi 3 kali lipat ketika kami menemui antrian kendaraan yang sangat panjang dan padat. Kebisingan dari kembang api, orang-orang, dan kendaraan bermotor pun bercampur aduk menjadi satu. Pengendara mobil membunyikan klakson sambil berteriak atau menggelengkan kepala, tanda kekesalan. Para pengendara motor pun tidak mau kalah membuat kebisingan dengan “menggerungkan” knalpot motor mereka. Para pejalan kaki juga tak kalah dalam meramaikan suasana dengan membunyikan terompet dan berteriak-teriak. Pada saat itu sangatlah sulit bagi kendaraan bermotor untuk melangkah walaupun untuk 1 meter saja, bahkan kami yang berangkat dengan berjalan kaki pun merasa sangat kesulitan dikarenakan kerumunan yang terlalu padat.

Pukul 23.30 dengan susah payah kami pun akhirnya dapa mencapai gerbang Kota Bunga, pada saat itu kami menyadari apa yang menyebabkan kemacetan yang sangat panjang tersebut. Penyebabnya ternyata adalah karena tidak di izinkannya kendaraan bermotor untuk memasuki areal Kota bunga tersebut. Akibatnya ratusan kendaraan bermotor mememenuhi gerbang, sementara pengendara motor lainnya terus menuju tempat yang telah diblokade tersebut. Apa yang dilakukan pengelola kami pikir sangat rasional, karena pengendara motor yang masuk dalam jumlah yang banyak dapat merusak ketertiban dan fasilitas yang ada.

Sesampainya disana kami harus terus masuk kedalam, menuju kawasan Danau yang bernama kawasan “little venezia” yang merupakan tempat pusat diluncurkannya kembang api. Jaraknya masih cukup jauh tetapi kami tidak mengeluh sama sekali karena kami begitu menikmati suasana pada malam itu. Kota Bunga merupakan salah satu kawasan real estate dan objek wisata terkemuka. Tata letak yang sangat baik, dihiasi dengan berbagai macam bunga disepanjang jalan membuat mata kami merasa segar. Disana anda akan merasa berada diberbagai macam belahan dunia, karena disana terdapat berbagai macam replika rumah dan kawasan yang berada diberbagai penjuru dunia. Melewati gerbang kami merasakan seperti berada dikawasan Amerika, karena perumahan tipe Amerika yang berjajar rapi. Terus masuk kedalam, suasana khas perumahan Jepang begitu terasa dengan adanya replika arsitektur perumahan dikawasan Jepang dengan ciri khas jendela seperti kertas. Berbagai replika dari kawasan yang ada di penjuru dunia pun terus kami lewati, tak bisa semua itu diceritakan di lembaran kertas kecil ini, oleh karena itu jika kalian berminat menikmati keindahannya, kunjungilah objek wisata Kota Bunga yang berada di Cipanas-Puncak.

Kami terus berjalan, jarak yang kami tempuh pun sudah setengahya, tetapi hal yang paling tidak kami harapkan terjadi. Tetesan H¬2O pun berjatuhan dari langit, semakin lama semakin deras, kami pun memepercepat langkah kaki kami seiring dengan bertambah derasnya tetesan hujan, dan akhirnya kami berlari. Dimalam itu, kami sulit mencari tempat berteduh dikarenakan kerumunan yang penuh sesak. Seorang teman kami pun terpisah dan tertinggal. Tak lama setelah berlari, kami pun menemukan tempat berteduh disebuah teras rumah, tetapi teman kami masih belum menyusul. Beberapa saat kemudian dia pun datang dengan hanya mengenakan satu alas kaki, sementara yang lainnya dia jinjing ditangannya. Kami pun tertawa terbahak-bahak walaupun wajahnya terlihat pucat dan menyedihkan, tentu saja sebagai teman kami merasa iba dan kasihan, tetapi suasana pada saat itu sangat menyenangkan sehingga semua perasaan sedih itu tertutupi. Pegal menunggu kami pun melihat kesebuah sofa yang berada diteras tersebut. Sofa itu terlihat mewah dan mahal, dengan tubuh yang setengah basah kuyup kami pun duduk dengan santainya di sofa tersebut dan tidak mempedulikan lagi siapa dan apakah pemilik sofa itu mengizinkan kami bersantai disitu atau tidak. Tiba-tiba sang pemilik rumah pun keluar, memelototi kami dan meneriaki kami untuk pergi tanpa mempedulikan cuaca yang saat itu sedang hujan deras, merasa takut kami pun berlarian. Kami merasa kesal tetapi yang kami lakukan hanyalah tertawa, karena merasa telah melakukan tindakan konyol secara “berjamaah”.

Akhirnya kami pun sampai ke tempat pusat peluncuran kembang api dengan tepat waktu, saat itu hujan masih mengguyur tubuh kami, tapi rasa penasaran dan penantian kami yang sangat besar membuat semua itu tak terasa. Tahun baru pun tinggal beberapa menit lagi, kami pun merasa semakin excited menanti peluncuran kembang api yang kabarnya menghabiskan biaya 1 Milyar. 1 menit . . .30 detik . . .15 detik . . .5 detik . . .kami melakukan hitungan mundur, menyambut datangnya tahun baru, hitungan pun semakin mengecil dan akhirnya mencapai 3 angka terkecil, kami beserta semua orang lainnya pun berteriak menghitung mundur, tiga . . .! dua . . .! satu . . .! . Semua orang yang datang pada malam itu pun bersorak sorai, membunyikan terompet, berteriak, dan tersenyum, tentu saja kami pun tidak absen dalam menyumbang keramaian, kami berteriak kagum seiring dengan mengangkasanya bubuk mesiu yang meledak di langit dan membentuk sebuah bunga yang berwarna-warni, tetesan air hujan malah membuat suasana semakin indah. Spektakuler dan fantastis, hanya dua kata itulah yang dapat mewakili perasaan kami dan indahnya langit malam itu. Percikan api yang membentuk bunga itu begitu mempesona dan menyilaukan, kadangkala percikan itu jatuh hingga menyentuh tanah. Sekitar 30 menit kami hanya menengadah dan menganga menatap langit dan merasa kagum. 31 Desember – 1 Januari adalah saat dimana langit malam terasa begitu indah itulah yang kami katakan didalam hati. Kami berharap saat-saat seperti itu dapat terulang di tahun-tahun yang akan datang.

Saturday, November 14, 2009

Taman Bunga Nusantara, Pesona Keindahan Bunga Nusantara

Bunga merupakan lambang keindahan, keromantisan, dan sebagai ungkapan rasa kasih sayang. Banyak orang menyukai bunga. Indra penglihatan kita akan merasa segar ketika melihat hamparan bunga berwarna-warni yang indah.

Mungkin hal itulah yang mengisnspirasi Ibu Bustanil Arifin untuk membuat sebuah tempat rekreasi yang bernama Taman Bunga Nusantara yang berlokasi di Cipanas – Puncak, Cianjur. Sesuai dengan namanya, tempat rekreasi ini menyuguhkan keindahan bunga sebagai “menu” utama. Terdapat berbagai jenis bunga dari berbagai penjuru nusantara, bahkan bunga dari penjuru dunia pun tidak sedikit ditemukan di areal rekreasi yang luasnya lebih dari 50 hektar ini.

Memasuki areal Taman Bunga Nusantara, kita sudah disambut oleh sebuah patung angsa hitam yang tingginya kurang lebih 20 meter, patung ini merupakan ikon dari Taman Bunga Nusantara itu sendiri. Terus masuk kedalam, mata kita akan dimanjakan oleh miniatur burung merak yang tersusun dari berbagai macam jenis bunga yang berwarna-warni. Suasana semakin romantis dan menyenangkan ketika diantara jalan yang kita lewati terdapat dua buah kolam yang menyemburkan air ke udara, bagaikan pasukan inggris yang melakukan penghormatan terhadap para bangsawannya. Disini juga terdapat sebuah jam raksasa, yang hanya terdapat dua di dunia, selain di tempat ini jam tersebut juga dapat ditemukan di Jepang. Sudut pandang kita untuk menikmati keindahan Taman Bunga Nusantara ini pun tidak hanya dapat dinikmati melalui pandangan horizontal saja, kita dapat menikmati keindahan Taman Bunga Nusantara ini melalui pengamatan kita dari atas sebuah menara yang tingginya kurang lebih 100 meter, menara tersebut bernama menara pandang.

Keindahan Pulau Dewata dapat kita nikmati di tempat ini dengan memasuki areal Taman Bali, yang merupakan adaptasi dari taman-taman yang terdapat di Bali. Jika kita ingin sesuatu yang lebih menantang, kita dapat menguji daya ingat dan keberuntungan kita dengan mengunjungi areal Maze Garden atau taman labirin, yang dimana kita harus memasuki sebuah labirin untuk menemukan keindahan taman yang tersembunyi di dalamnya. Udara dan hawa panas dapat kita rasakan jika kita memasuki areal rumah kaca, yang tentunya merupakan salah satu “menu” yang tak kalah spesialnya dari apa yang disuguhkan oleh pengelola Taman Bunga Nusantara untuk para pengunjungnya.

Disini juga terdapat berbagai macam jenis miniatur taman dari berbagai penjuru dunia, seperti taman gaya Prancis, taman gaya Jepang, taman gaya Amerika, dan taman Mediterania, yang didalamnya terdapat berbagai macam jenis bunga dari negara gurun pasir di timur-tengah. Semua taman tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai apa yang ada di negara asalnya, sehingga kita seakan-akan mengunjungi negara asal dari taman tersebut di adaptasikan.

Areal bermain keluarga pun tak lupa diperhitungkan oleh pengelola Taman Bunga Nusantara, dibuktikan dengan adanya sebuah areal bermain keluarga yang bernama Alam Imajinasi, yang didalamnya terdapat berbagai macam wahana yang tidak kalah serunya dengan yang ada di areal bermain keluarga seperti Dunia Fantasi.

Bunga bukan hanya mahluk hidup yang bergerak pasif, bukan hanya penghirup oksigen di malam hari, ataupun penghasil sari madu yang dibutuhkan lebah. Tetapi bunga dapat menjadi “santapan lezat” untuk mata dan pikiran kita jika dirangkai dan dikelola dengan baik, hal itulah yang dilakukan oleh para pengelola sebuah tempat rekreasi yang bernama Taman Bunga Nusantara.

image source : cianjurkab.go.id

Friday, October 9, 2009

Makna Kebahagiaan

Bahagia, mungkin semua orang sering mendengar kata tersebut, bahkan saya yakin semua orang mencari hal tersebut dalam kehidupannya. Tetapi, akankah kita tahu bagaimana ukuran kebahagiaan itu? apakah dengan mempunyai harta? fisik yang rupawan? jabatan? prestasi dan popularitas? apa ? apa dan bagaimana sebenarnya ukuran dari sebuah kebahagiaan itu kita tidak dapat memastikannya, karena ukuran bahagia dari setiap orang berbeda-beda.

Di Amerika yang notabene merupakan negara dengan penduduk yang rata-rata penghasilannya tinggi, angka bunuh diri masih sangat besar. mereka mempunyai harta, tetapi mengapa mereka memutuskan mengakhiri hidup mereka ?, padahal mereka mempunyai harta yang melimpah. Itu merupakan salah saru bukti bahwa tolak ukur kebahagiaan seseorang, tidak dapat diukur dari harta yang mereka miliki.

Kurt Cobain, seorang yang memiliki fisik rupawan, popularitasnya sebagai musisi tidak perlu kita ragukan lagi, dan dia pun memiliki harta yang melimpah. memutuskan untuk meninggalkan dunia ini dengan cara mencabut nyawanya dengan cara yang dibenci tuhan, lagi-lagi bunuh diri. Hal tersebut mengindikasikan bahwa semua yang dimilikinya baik harta,popularitas,atau kerupawanan fisik tidak dapat memberinya sebuah kebahagiaan hidup.

Lalu apa yang dapat membuat kita merasa bahagia dalam hidup ini?

berjalan lah lurus, perhatikan sekitar anda, merendahkan diri dengan menunduk, dan janganlah kau memandang langit sebagai kumpulan awan dan hamparan langit biru yang terbentang luas yang sulit untuk kau gapai, hingga kau bermimpi untuk memiliki sayap agar kau bisa menggapainya, memandanglah ke atas, renungkanlah bahwa diatas hamparan lautan oksigen biru itu, ada sebuah sistem tata surya yang sangat luas yang membuat kita terlihat bagaikan senuah titik debu tak berarti.

jika diperhatikan ungkapan diatas tidak ada hubungannya dengan bahasan kita kali ini mengenai makna kebahagiaan dalam hidup, tetapi apa yang sebenarnya ingin saya katakan adalah,

kita tidak boleh menyerah dalam hidup ini, hidup ini adalah sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan,tidak boleh memutuskan apa yang telah digariskan oleh tuhan, jika kita bersyukur kita akan merasa bahagia dan tersadar betapa beruntungnya kita, lihatlah disekitar kita, banyak orang yang kelaparan, yang dibenaknya hanya memikirkan bagaimana bisa mendapatkan sesuap nasi untuk menyambung hidup mereka,di benak mereka tidak ada bayangan, jika mereka memiliki uang, mereka akan membeli laptop, mereka akan browsing mereka akan blogging,ataupun mereka akan chatting dengan uang yang mereka miliki. Saya yakin anda sekalian yang saat ini membaca blog ini lebih beruntung dari mereka, maka bersyukurlah maka anda akan merasa bahagia, bantulah mereka dan anda akan merasa lebih bahagia. Lihatlah kebawah, perhatikanlah, apakah ada anggota tubuh anda yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya? apakah kaki kaki,tangan,jari dan anggota tubuh lain yang anda miliki masih berfungsi sebagaimana mestinya? sekali lagi bersyukurlah karena anda masih bisa berjalan, bernapas, menyentuh benda, melihat, berbicara sebagaimana mestinya. karena banyak sodara kita yang hidup tanpa memiliki apa yang kita miliki sekarang. Oleh karena itu bersyukurlah, dan anda akan tersadar betapa tuhan telah memberikan anda kebahagiaan.

Lihatlah ke atas, tapi jangan memandang langit dengan pikiran yang dangkal, karena sedangkal-dangkalnya langit, yang dapat anda lakukan hanyalah menatapnya dan berusaha menggapainya dengan rasa kesal, pandanglah hingga ke luar angkasa hingga anda sadar bahwa semua itu berujung pada dzat yang maha kuasa yang memiliki kekuasaan atas semua yang ada di dunia ini. Jika anda hanya memandang langit dengan dangkal, artinya anda hanya iri dan dengki,hanya menginginkan apa yang anda tidak miliki,dengan arti kata lain anda tidak bersyukur dengan apa yang anda miliki sekarang, maka anda hanyalah menyia-nyiakan kebahagiaan yang anda miliki sekarang.

Dari uraian panjang di atas, dapat kita simpulkan bahwa bahagia atau tidaknya seseorang dapat diukur dari seberapa besar dia bersyukur atas semua yang telah Sang kuasa berikan kepadanya.

Semoga kita dapat menjadi manusia yang pandai bersyukur, agar dapat merasakan kebahagiaan dunia dan akhirat, amiiin.

Saturday, October 3, 2009

Bukan Itu Masalahnya

Ketika kita gagal dalam suatu hal.

Pasti kita pernah berpikir.

1. Saya tidak berbakat dan tidak beruntung dalam hal tersebut
2. Saya tidak cocok dengan hal tersebut
3. Saya rasa hal tersebut terlalu sulit untuk saya

tapi pernahkah kita berpikir bahwa hanya ada satu masalah yang membuat kita gagal?

KITA BELUM CUKUP BERUSAHA

Saya rasa hanya itu yang membuat kita gagal.

Ada batas untuk orang yang berbakat dan beruntung, tetapi tidak ada batas untuk orang yang bekerja keras,

Manusia adalah mahluk yang paling baik dalam menyesuaikan diri, karena manusia dapat berpikir dan memikirkan cara.

Jika kita memiliki cita-cita yang tinggi bagaikan sebuag gunung, apa yang harus kita lakukan untuk meraih cita-cita tersebut? hanya satu jawabannya,

Mendaki

sampai kapanpun kita tidak akan pernah mencapai apa yang kita cita-citakan hanya dengan tengadah, menganga, dan menatap ke atas dengan mengerutkan dahi. Yang harus kita lakukan hanyalah,

Mendaki

Masalah Bangsa Kita

Seluruh dunia tahu Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau, sumber daya lautnya begitu melimpah, kekayaan dan sumber daya alamnya pun bagaikan tumpukan emas yang bisa membuat rakyatnya kaya dan sejahtera, Seni budaya pun tak kalah melimpahnya, ratusan karya seni, puluhan etnik, berbagai macam bahasa, ribuan kuliner, sejuta objek pariwisata, semua ada di Indonesia.

Tapi, apakah Indonesia merupakan negara sejahtera, negara maju, ataupun negara yang sebagian besar penduduknya tidak berada di bawah garis kemiskinan? pembaca sekalian pasti mengetahui jawabannya.

Bangsa kita tidak pernah kekurangan orang pintar,
saya yakin para,para pejabat,para pengusaha,bahkan para koruptor yang selama ini duduk terkantuk, dan hanya mengangguk tanpa mengerti ketika sidang mengenai rakyat jelata yang telah mempercayai mereka untuk duduk disebuah kursi di dalam sebuah gedung mewah yang menjadi simbol keadilan untuk rakyat. Adalah orang-orang yang telah mengenyam pendidikan lebih dari bangku SMA. Bahkan saya yakin mereka telah sering masuk dan menaiki lift untuk menuju ruangan mereka belajar, di sebuah Universitas favorit dalam negeri, bahkan di luar negeri.

Tetapi mengapa bangsa ini menjadi bangsa yang terpuruk ? padahal para pemimpin kita adalah orang-orang yang fasih berbahsa asing, hafal penerapan rumus matematika, dan juga faham mengenai ekonomi dan kesejahteraan rakyat?

Jawabannya hanya satu !

Rendahnya moral para petinggi pemerintahan !

Rusaknya moral para petinggi bangsa ini menjadi gas beracun yang menyebar keseleluruh penjuru negeri ini. KPK, sebuah lembaga pemberantasan kejahatan kriminal khususnya korupsi, yang harusnya menyeret para pencuri uang rakyat ke depan meja hijau, kini malah menempatkan salah satu pemimpinnya di kursi panas persidangan dikarenakan terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan. Departemen agama (DEPAG), sebuah departemen dimana orang-orang yang seharusnya mengerti agama lebih baik dari kebanyakan masyarakat Indonesia pada umumnya, dan mungkin lebih hafal dan mengerti "doa tobat" dari siapapun, diklaim sebgai departemen terkorup beberapa tahun belakangan.

Apakah lembaga yang telah disebutkan di atas hanyalah lembaga yang hanya dipenuhi orang-orang buta huruf yang tidak mengenal sekolah !?

Opini saya, yang harus diperbaiki oleh bangsa ini terlebih dahulu bukanlah sistem ataupun kurikulum pendidikan yang terus menerus berganti nama, tetapi moral,etika,dan prilaku, yang mendasari pola pemikiran yang menentukan bagaimana kita menerapkan ilmu yang kita miliki.

Monday, December 8, 2008

My First Class At Senior High School


Semua bermulai pada tahun 2006...
tahun pertama ketika aku menggauntungkan pakaian SMP ku dengan pakaian berbeda...

Celana panjang bermotif polos berwarna abu-abu...
dan logo OSIS berwarna cokelat mewarnai Saku seragam putihku...

ketika itu...aku terdaftar dalam siswa yang masuk ke sebuah kelas...yaitu...

X.4...

Sebuah kelas yang kurasakan atmosfir yang begitu penuh dengan kehangatan, walaupun sebagian besar siswa yang terdaftar masuk ke kelas itu baru pertama kali kulihat...

hari demi hari kami lalui dengan penuh suka cita,,,hukuman sudah menjadi hal yang lumrah yang kita jalani bersama-sama...tetapi itu semualah yang membuat kami menjadi lebih dekat lagi...

D'PaNiC 104
Deretan Pasukan Bu NaniCk 10.4