Bagi sebagian orang angka 7 sering disebut
sebagai angka keberuntungan. Namun, bagi saya angka tersebut adalah sebuah pengingat
bahwa saya sudah 3 tahun lamanya menjadi mahasiswa sebuah Universitas berlokasi
di dataran berhawa dingin. Semester 7. Saya sudah semakin tua. Tak peduli orang
beranggapan saya masih belum dewasa atau pun semakin dewasa, saya sudah tua,
dan kehidupan dimana semuanya akan cenderung berorientasi pada materi dan financial problem pun sudah semakin
dekat.
Showing posts with label langkah. Show all posts
Showing posts with label langkah. Show all posts
Sunday, September 9, 2012
Wednesday, July 18, 2012
KKN Hari ke-13; Kamar Bilik
Hari ke-tiga belas KKN. Tidak ada hal menarik untuk diceritakan. Ketika tujuh anggota tim pergi mengajar, saya pulang.
Perjalanan Pagaden-Geger Kalong hanya memakan
waktu +/- satu jam tiga puluh menit dengan kecepatan 70-80 km/jam. Tidak
terlalu lama ternyata.
Sesampainya di sebuah kotak bilik bambu yang sudah
sangat jarang ditemukan diantara tebalnya dinding pemisah antar-individu kota, seonggok
tubuh sekejap terbaring menatap langit-langit dimana butiran debu masih bisa
tembus, beristirahat.
KKN Hari ke-12: Wanita Tua Kesepian
Bangun di pagi hari sepertinya bukan
sebuah fenomena lagi bagi tim KKN desa Sukamulya. Hal tersebut sepertinya
disebabkan oleh jadwal kegiatan yang sebagian besar dimulai pagi hari.
Setidaknya ada dua kegiatan yang dimulai pada waktu yang bersamaan di pagi hari itu, belajar komputer bersama para staf pemerintah desa Sukamulya dan mengajar di
PAUD Dahlia yang berlokasi di Julang, tidak jauh dari posko KKN. Kedua kegiatan
tersebut memiliki skala prioritas yang sama, oleh karena itu dengan terpaksa
tim pun harus dibagi dua untuk memenuhi kewajiban melaksanakan program-program
tersebut.
Saya dan Ahmad memilih pergi untuk program
belajar komputer bersama staf desa Sukamulya. Untuk menjalankan program ini
kami mau tidak mau harus membawa laptop sendiri diakrenakan komputer inventaris
desa sedang dalam perbaikan. Mungkin anda bertanya-tanya “lantas bagaimana desa
mencetak surat-surat birokrasi?” Microsoft
word classic (re: mesin tik) dan menyewa jasa tukang photocopy adalah jawaban yang kami dengar
dari salah satu staf. Ketika program dijalankan, hanya tiga dari tujuh orang
staf yang bersedia untuk belajar komputer bersama, sisanya terlihat memiliki
antusiasme yang dikalahkan rasa takut melakukan kesalahan. Tidak banyak materi
yang di-share selama dua jam belajar words dan bermain Zuma Deluxe.
Monday, July 16, 2012
KKN Hari ke-11; Liburan Total
Empat orang pria adalah mereka yang tersisa
saat minggu pagi hari ke-sebelas KKN berlangsung di desa Sukamulya. Saya
pribadi tidak ingin hari ini menjadi another
day off, dan memang tidak demikian karena hari tersebut bisa dibilang hari
rekreasi total bagi kami.
Singkat cerita hari itu empat orang pria + satu
orang pemuda desa pergi ke Waterboom kecamatan
Sukamulya, Nagrog kampung wisata, dan pantai Kalapa Patimban. Sebenarnya Iwana, Roy, dan Ina dari KKN IPB juga diundang untuk turut serta, sayangnya mereka tidak bisa
bergabung karena harus mengerjakan laporan yang akan diperiksa sewaktu-waktu
tim SIDAK KKN IPB datang.
Sunday, July 15, 2012
KKN Hari ke-10; Nganggur Total
Pagi hari kami bangun sama pagi seperti
biasanya, ketika sang surya sudah menampakan wajahnya. Ada lima anggota tim KKN
desa Sukamulya yang tersisa pada hari itu. Sisanya memliki kesibukan lain sama
seperti semua umat manusia di dunia ini. Hari itu saya memutuskan untuk menjaga
rumah ketika empat anggota tim lainnya pergi ke Julang untuk memastikan PAUD
yang anak-anaknya akan menjadi murid kami Senin nanti.
14 Juli 2012, saya bertugas menjaga rumah.
Hanya berdiam diri tak banyak melakukan kegiatan, merasa bosan. Harapan untuk
keluar dari boredom ini adalah jadwal
berkunjung dan berdiskusi dengan para pengrajin kriya di dusun Nagrog. Sore
hari kami ternyata tetap menatapi langit-langit rumah mak Eras sambil menganga
karena kunjungan ke Nagrog ditunda sampai Minggu besok. Akhirnya kami
memutuskan untuk membunuh kebosanan dengan pergi ke municipal Subang untuk membeli mie ayam yang sebenarnya tidak
terlalu kami inginkan. Sekian.
Hari ke-sepuluh KKN mungkin adalah hari KKN yang
paling membosankan sejauh ini.
Saturday, July 14, 2012
KKN hari ke-9; Untuk Anak-Anak
Pagi hari, fenomena tim KKN desa Sukamulya
bangun lebih awal terulang kembali. Hal tersebut kali ini dikarenakan kami
harus sudah berada bersama dengan ibu bidan dan kadernya di posyandu pada pukul
8. Pagi itu kami dijawadwalkan untuk belajar dan membantu kegiatan penimbangan dan
imunisasi di kampung Sukajaya dan Sukamaju. Hari itu adalah kegiatan posyandu
terakhir di bulan Juli untuk desa Sukamulya.
Friday, July 13, 2012
KKN hari ke-8; Minggon
Tak seperti biasanya, pagi ini semua anggota
tim bangun dan mandi lebih awal. Fenomena ini terjadi karena hari ini adalah
hari dimana tim KKN UPI dan IPB secara resmi akan memperkenalkan diri dan
menyampaikan program yang telah direncanakan di depan semua aparat dan tokoh
desa Sukamulya dari sampai tokoh ibu PKK, bapak RT/RW, petani, hingga kepala
desa, dalam sebuah rapat yang diadakan di awal dan akhir bulan, biasa disebut ‘minggon’. Terlambat
berarti nilai minus untuk kriteria first
impression.
Tidak semua anggota tim beranjak dari tempat
tidur pagi itu, Erni, salah satu teman kami dari pendidikan bahasa Jepang tidak
beranjak dari tempat tidur, bukan karena malas, tetapi karena kondisi tubuhnya
yang tidak fit. Sesegera mungkin anggota keluarga diminta untuk menjemput dan
memberikan treatment yang lebih baik
dari apa yang dapat kami berikan di tempat KKN. Odaijini Erni, semoga kamu muntaber bukan karena hukuman memakai
helm.
Thursday, July 12, 2012
KKN Hari ke-7; Siklus Kebaikan
Kesunyian pagi hari dipecahkan oleh tabuhan
genderang doger monyet yang menggelar pertunjukan di depan halaman rumah salah
satu warga desa Sukamulya. Pertunjukan jalanan yang sering saya jumpai di bawah
flyover Pasteur ini entah kenapa terasa berbeda, mungkin karena pertunjukan
pagi itu tidak mengikutsertakan tabuhan knalpot dan klakson kendaraan bermotor
yang biasanya menjadi instrumen tambahan pertunjukan sejenis ini di kota-kota
besar.
Wednesday, July 11, 2012
KKN Hari ke-6; Sawah
Pagi hari, tidak ada yang menarik untuk
diceritakan. Sepertinya saya mulai kekurangan bahan untuk tantangan menulis
satu artikel tiap hari selama 40 hari KKN. Bagaimana tidak, hampir setiap hari
kami bingung mesti melakukan apa karena jadwal kegiatan desa yang seringkali
tidak menguntungkan kami. Misalnya ketika desa sibuk mengurus E-KTP yang
merupakan urusan internal desa, atau karena kebanyakan warga pergi ke sawah
sehingga aktifitas pedesaan sendiri cenderung sepi, atau karena kami merasa lebih
nyaman diam di rumah dan tidak memiliki ide kreatif untuk melakukan suatu hal
yang produktif. Apa pun itu, pagi ke enam KKN kami habiskan dengan banyak diam
di rumah.
10 Juli 2012. Merasa bosan, saya beserta Wawan
dan Puguh memilih berjalan-jalan menikmati daerah pesawahan desa Sukamulya.
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, kecamatan Pagaden masuk ke
kawasan Subang tengah yang sebagian daerahnya merupakan daerah pesawahan. Desa
Sukamulya sendiri memiliki daerah pesawahan yang luas, tak aneh mata
pencaharian masyarakat disini kebanyakan adalah petani. Hamparan sawah desa
Sukamulya sangat indah. Pemandangan sawah hijau membentang luas disertai mulai
redupnya matahari sejauh mata memandang. Wawan sang ketua tim pun menyatakan
bahwa tempat ini sangat lah cocok untuk dijadikan tempat berpacaran (lol).
Tuesday, July 10, 2012
KKN Hari ke-5; Meeting
Pagi hari dimulai dengan mengerjakan tugas
piket mingguan yang telah dijadwalkan. Senin kebetulan adalah jadwal piket
saya. Tidak ada sesuatu yang menarik untuk diceritakan mengenai piket. Hal yang
mungkin bisa di highlight adalah
makna sampah plastik bagi mak Eras, tetangga samping rumah yang masih harus
menggunakan sandal di dalam rumah agar kakinya tidak terkotori lantai tanah tak
berkeramik. Mungkin bagi sebagian besar dari kita kemasan teh gelas hanyalah
sampah. Namun, bagi nenek yang tinggal dengan seorang anak dan dua cucu itu, kumpulan
sampah tersebut adalah sesuatu yang dapat membuat dapur mereka terus mengepul.
Sampah plastik tersebut dia kumpulkan dan tukarkan dengan minyak goreng.
Mungkin hal seperti ini sudah biasa kita lihat di acara-acara reality show yang disiarkan stasiun TV,
namun mengetahui dan melihat secara langsung ‘reality show’ ini terasa berbeda bagi saya, hal yang secara pribadi
dapat meningkatkan rasa syukur dan penghargaan nilai suatu benda.
Monday, July 9, 2012
KKN Hari ke-4; Rejeki
Pagi hari masih segar seperti biasanya di desa
Sukamulya. Hari ke empat ini ada empat orang anggota tim meminta ijin untuk
meninggalkan posko karena berbagai macam urusan. Beruntung kami memiliki ketua
yang flexibel dan tidak begitu idealis, sehingga masalah perizinan pun tidak
begitu sulit. Sebenarnya jika berbicara mengenai keperluan setiap orang pasti
memilikinya, namun saya pribadi memutuskan untuk memprioritaskan KKN untuk saat
ini. Walaupun orang-orang di posko hanya tersisa enam orang, program bisa dan
harus tetap berjalan. KKN IPB saja yang hanya berjumlah empat orang bisa menjalankan
programnnya dengan baik. Pekerjaan rumah sendiri tidak begitu mengalami
kendala, terlebih karena kami mendapatkan bantuan kecil.
Sunday, July 8, 2012
KKN Hari ke-3: Pergi ke Kota
Sabtu pagi. Hari yang tepat untuk istirahat,
malas-malasan, atau rekreasi. Kami melakukan ketiga hal tersebut pada hari yang
ditunggu-tunggu mahasiswa ini. Pagi hari sebagian dari tim mendapat tugas
memasak, sebagian memilih untuk menikmati pagi di posko, sementara saya beserta
beberapa teman saya mencoba menikmati pagi dengan berjalan santai keliling desa
Sukamulya. Udara pagi disini masih segar. Hiruk pikuk suara kendaraan bermotor
hampir tidak terdengar di sepanjang jalan yang berbatasan dengan hamparan sawah
hijau. It was a quality time to know more
about each other.
Saturday, July 7, 2012
KKN Hari ke-2: Desa Sukamulya
Hari kedua KKN dimulai lebih siang, sekitar
pukul enam lebih kebanyakan dari kami baru melaksanakan sholat subuh. Tidak
banyak hal yang dilakukan di pagi hari. Sekitar pukul sepuluh kami berangkat
menuju kantor desa untuk silaturahmi dan menanyakan beberapa hal mengenai desa
Sukamulya. Bapak kepala desa tidak bisa kami temui karena ada kesibukan lain
yang lebih penting, oleh karena itu kami hanya dapat berbincang dengan
perwakilan desa lainnya.
Thursday, July 5, 2012
KKN Hari ke-1; Kedatangan
Satu bulan terakhir mungkin adalah waktu dimana
mahasiswa semester 6 banyak dipusingkan oleh KKN yang banyak dibilang
merepotkan dan menimbulkan penderitaan. Beberapa diantara teman-teman saya jauh-jauh
hari sudah mulai ancang-ancang memilih teman kelompok, tempat, dan meramaikan
forum yang mempertanyakan kapan pendaftaran KKN dibuka, sementara saya
cenderung santai dan berpikir ‘gimana nanti saja’. Walaupun, pada akhirnya
tempat KKN yang saya dapat sekarang, Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Kabupaten
Subang, terpilih secara acak, tanpa melakukan observasi kasar sama sekali.
Namun saya kira nyaman atau tidaknya suatu tempat bergantung kepada bagaimana
kita bisa memandang positif sebuah kondisi dan bagaimana kita mampu beradaptasi
dengan lingkungan sekitar.
Tim KKN Desa Sukamulya terdiri dari enam orang
laki-laki dan empat orang perempuan dari berbagai disiplin ilmu. Sebelumya kami
hanya berkumpul efektif dan melakukan survey sebanyak satu kali. Namun sejauh
ini kerja sama tim kami sudah solid, semua sudah lepas dan terbuka melemparkan
candaan dan tawa. Hal yang paling saya suka dari tim ini adalah mereka
menganggap KKN sebagai sebuah liburan dan pengalaman hidup baru yang tidak
perlu begitu dipusingkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)