Showing posts with label Asumsi. Show all posts
Showing posts with label Asumsi. Show all posts

Monday, April 7, 2014

Caleg Perempuan, Terus Kenapa?

Dulu, Indonesia pernah dijajah Belanda selama lebih dari 350 tahun. Dulu, Jepang menguras banyak kekayaan negeri ini. Dulu, perbudakan dan penjajahan dianggap sebagai hal yang lumrah. Lalu, mengapa saat ini bangsa Indonesia tidak bermusuhan dengan Belanda? Mengapa budaya-budaya Jepang mulai dari makanan hingga cara berpakaian diterima dengan baik? Jika sakitnya sejarah masih terasa, bukankah seharusnya kita mengangkat senjata, membalaskan dendam nenek moyang? Tidak demikan, bukan? Bangsa-bangsa yang dulu ketika bertatap muka saling mengangkat senjata, kini berjabat tangan dan duduk satu meja membicarakan kebaikan bersama. Ya, sejarah dipelajari bukan untuk menyulut kembali api konflik, melainkan untuk kita jadikan bahan evaluasi.

Kemungkinan, banyak orang setuju dengan pernyataan di atas. Namun, bagaimana dengan wacana penyetaraan kuota perempuan dan laki-laki di parlemen? Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu, tak peduli ada banyak perempuan pintar dan kompeten, kaum yang ditakdirkan berkromosom XY diberi kuota 70%, sedangkan mereka yang ditakdirkan memiliki kromosom XX diberi kuota 30%.

Sampai sekarang, banyak yang masih beranggapan bahwa laki-laki bagaimanapun lebih unggul dibanding perempuan (sumber gambar)

Monday, July 23, 2012

Kita Tunggu Sampai Besok

[sumber]
Sebelumnya saya ingin menyatakan kalau apa yang saya tulis disini sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskreditkan profesi apa pun, terlebih apa yang ditulis bersumber dari asumsi yang didasarkan pada pengalaman pribadi tanpa bukti statistik dan tanpa mengetahui sistem dunia medis sebenarnya secara jelas. Beberapa kejadian yang diceritakan disini hanya terjadi atas nama oknum, dan saya yakin tidak terjadi secara umum.

Sunday, July 15, 2012

Pelarian Hanyalah Mitos

Move on, kata-kata itu mungkin sudah tak aneh kita dengar di era remaja galau saat ini. Biasanya kata move on banyak bergema ketika seseorang putus hubungan, sebuah kata yang menggambarkan usaha melupakan kekasih terdahulu. Ada berbagai cara untuk move on, diantaranya adalah dengan cara berkumpul bersama kawan, aktif di organisasi, fokus sekolah, mendekatkan diri pada agama, mencari pacar pelarian, mabuk-mabukan, atau bahkan dengan melakukan tindakan yang dapat merubah orientasi sexual. Terlalu panjang lebar jika semua cara move on harus dibahas satu persatu. Dalam kesempatan kali ini saya ingin memaparkan asumsi saya mengenai move on mencari pacar pelarian, yang menurut saya hanyalah sebuah mitos belaka.

Saturday, May 5, 2012

Dibalik Nama


[sumber]

Asumsi. Mungkin banyak orang berpikir bahwa hal yang diutarakan berlabelkan kata ini hanyalah omong kosong belaka, tidak ilmiah, dan tidak bisa dipercaya. Di sisi lain saya percaya bahwa asumsi adalah sebuah bentuk kebebasan berpikir, sebuah bentuk kebebasan berpendapat, dimana seseorang dapat memproyeksikan apa yang ada dipikirannya. Sebuah asumsi datang dari persepsi kenyataan yang dilihat atau dirasakan seseorang. Ketika seseorang mengeluarkan sebuah asumsi, seharusnya bukan hanya pernyataan “asumsi macam apa itu?”, namun juga  “kenapa anda bisa berasumsi demikian?”. 

Tuesday, April 17, 2012

Ketika Cantik dan Tampan adalah Apa Kata Mereka

[sumber]
 
“Pakailah produk kami, dijamin dalam 40 hari kulit anda akan tampak lebih putih dan cerah”
“Pakailah produk kami, dijamin dalam 40 hari kulit anda akan tampak lebih hitam dan gelap”

Dari kedua pernyataan diatas, kira-kira pernyataan mana yang lebih sering muncul di televisi?

Saturday, April 14, 2012

Pintar saja tidak Cukup

[sumber]

Mungkin banyak diantara mahasiswa yang menjadi lebih bersememangat menjalani hidup dengan KHS penuh dengan keterangan mata kuliah tidak lulus setelah membaca quote dari Bill Gates diatas. Bak ajaran agama yang banyak disalah artikan oleh para pengikutnya, quote ini pun perlu diluruskan lagi maksud dan kandungannya.

Monday, April 9, 2012

Alasan Untuk Sombong

[source]
Pada umumnya orang tidak menyukai orang yang memiliki perilaku sombong. Mengapa orang tidak menyukai orang sombong? Hal tersebut biasanya berkenaan dengan diri yang merasa tersinggung oleh perkataan atau perlakuan orang yang dianggap sombong tersebut. Lalu mengapa orang bisa merasa tersinggung melihat kelakuan orang sombong?.