Pagi hari masih segar seperti biasanya di desa
Sukamulya. Hari ke empat ini ada empat orang anggota tim meminta ijin untuk
meninggalkan posko karena berbagai macam urusan. Beruntung kami memiliki ketua
yang flexibel dan tidak begitu idealis, sehingga masalah perizinan pun tidak
begitu sulit. Sebenarnya jika berbicara mengenai keperluan setiap orang pasti
memilikinya, namun saya pribadi memutuskan untuk memprioritaskan KKN untuk saat
ini. Walaupun orang-orang di posko hanya tersisa enam orang, program bisa dan
harus tetap berjalan. KKN IPB saja yang hanya berjumlah empat orang bisa menjalankan
programnnya dengan baik. Pekerjaan rumah sendiri tidak begitu mengalami
kendala, terlebih karena kami mendapatkan bantuan kecil.
Monday, July 9, 2012
Sunday, July 8, 2012
KKN Hari ke-3: Pergi ke Kota
Sabtu pagi. Hari yang tepat untuk istirahat,
malas-malasan, atau rekreasi. Kami melakukan ketiga hal tersebut pada hari yang
ditunggu-tunggu mahasiswa ini. Pagi hari sebagian dari tim mendapat tugas
memasak, sebagian memilih untuk menikmati pagi di posko, sementara saya beserta
beberapa teman saya mencoba menikmati pagi dengan berjalan santai keliling desa
Sukamulya. Udara pagi disini masih segar. Hiruk pikuk suara kendaraan bermotor
hampir tidak terdengar di sepanjang jalan yang berbatasan dengan hamparan sawah
hijau. It was a quality time to know more
about each other.
Saturday, July 7, 2012
KKN Hari ke-2: Desa Sukamulya
Hari kedua KKN dimulai lebih siang, sekitar
pukul enam lebih kebanyakan dari kami baru melaksanakan sholat subuh. Tidak
banyak hal yang dilakukan di pagi hari. Sekitar pukul sepuluh kami berangkat
menuju kantor desa untuk silaturahmi dan menanyakan beberapa hal mengenai desa
Sukamulya. Bapak kepala desa tidak bisa kami temui karena ada kesibukan lain
yang lebih penting, oleh karena itu kami hanya dapat berbincang dengan
perwakilan desa lainnya.
Thursday, July 5, 2012
KKN Hari ke-1; Kedatangan
Satu bulan terakhir mungkin adalah waktu dimana
mahasiswa semester 6 banyak dipusingkan oleh KKN yang banyak dibilang
merepotkan dan menimbulkan penderitaan. Beberapa diantara teman-teman saya jauh-jauh
hari sudah mulai ancang-ancang memilih teman kelompok, tempat, dan meramaikan
forum yang mempertanyakan kapan pendaftaran KKN dibuka, sementara saya
cenderung santai dan berpikir ‘gimana nanti saja’. Walaupun, pada akhirnya
tempat KKN yang saya dapat sekarang, Desa Sukamulya Kecamatan Pagaden Kabupaten
Subang, terpilih secara acak, tanpa melakukan observasi kasar sama sekali.
Namun saya kira nyaman atau tidaknya suatu tempat bergantung kepada bagaimana
kita bisa memandang positif sebuah kondisi dan bagaimana kita mampu beradaptasi
dengan lingkungan sekitar.
Tim KKN Desa Sukamulya terdiri dari enam orang
laki-laki dan empat orang perempuan dari berbagai disiplin ilmu. Sebelumya kami
hanya berkumpul efektif dan melakukan survey sebanyak satu kali. Namun sejauh
ini kerja sama tim kami sudah solid, semua sudah lepas dan terbuka melemparkan
candaan dan tawa. Hal yang paling saya suka dari tim ini adalah mereka
menganggap KKN sebagai sebuah liburan dan pengalaman hidup baru yang tidak
perlu begitu dipusingkan.
Sunday, June 10, 2012
5 Alasan
Hidup adalah sebuah pilihan. Setiap orang
mempunyai hak dan kebebasan untuk memilih jalan dan tujuan hidupnya. Saya
pribadi pun meyakini hal tersebut. Saya berusaha menghargai pilihan dan jalan
hidup orang lain dengan meyakini setiap orang punya alasan dan sudut pandang
yang berbeda dalam menjalani hidup. Baik dan buruk adalah dua kata sifat yang
tidak memiliki definisi pasti. Sejauh seseorang tidak terikat kuat dengan
kehidupan yang saya jalani, saya tidak akan banyak ikut campur dalam penentuan
pilihan hidupnya.
Semenjak di
bangku kuliah, kehidupan mulai terasa
berbeda. Dulu, ketika masih berseragam, hidup mungkin hanya ditujukan untuk
tertawa, untuk bersenang-senang. Namun, ketika mulai berkepala dua, pertanyaan
mengenai alasan kenapa kita hidup mulai sering berdengung di kepala. Pada
akhirnya saya merasa setidaknya ada lima alasan utama hidup ini.
Species
renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)